Sleman — Karang Taruna Kabupaten Sleman secara resmi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat konsolidasi dan merumuskan arah kebijakan organisasi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 13–14 Februari 2026 di Prima SR Hotel & Convention ini menjadi titik balik penting bagi organisasi kepemudaan dari tingkat kabupaten hingga kalurahan untuk menyelaraskan program kerja yang lebih modern dan berdampak luas.
Fokus utama dalam pertemuan tahunan ini adalah transformasi organisasi agar lebih adaptif terhadap dinamika zaman yang terus berubah. Karang Taruna dituntut tidak hanya sekadar menjadi wadah berkumpulnya pemuda, tetapi bertransformasi menjadi organisasi yang responsif dalam mendukung visi besar Indonesia Emas. Pembaruan pola kerja, penguatan kapasitas kader, serta integrasi teknologi dalam setiap program sosial menjadi agenda prioritas yang dibahas secara mendalam oleh para pengurus.
Yashinta Sekar Wangi dalam arahannya menekankan bahwa pemuda harus berani keluar dari zona nyaman dan mulai memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk menjalankan program-program sosial. Menurutnya, tantangan ekonomi dan lingkungan yang semakin kompleks di wilayah Sleman membutuhkan solusi kreatif yang hanya bisa lahir dari pemikiran pemuda yang inovatif dan terorganisir dengan baik.
“Karang Taruna harus bergerak menuju arah yang lebih modern dan responsif. Kita perlu melakukan pembaruan pola kerja dan penguatan kapasitas kader agar mampu menjawab tantangan sosial yang kian rumit. Pemanfaatan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan dalam menjalankan program sosial kita ke depan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara luas,” ujar Yashinta Sekar Wangi saat memberikan sambutan pembukaan.
Lebih lanjut, Yashinta menggarisbawahi posisi strategis Karang Taruna dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Sleman yang maju, adil, makmur, dan berkeadaban. Ia mendorong setiap kader untuk menjadi agen perubahan yang solutif, terutama dalam menangani isu-isu krusial seperti pengangguran dan kemiskinan melalui penguatan ekonomi kreatif di tingkat lokal. Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci utama agar inovasi yang dihasilkan dapat terlaksana secara berkelanjutan.
Rakerda ini juga menjadi momentum emas untuk menyatukan visi antara pengurus kabupaten, kapanewon, hingga tingkat kalurahan. Sinergi yang kuat diharapkan mampu melahirkan program kerja yang tidak hanya indah secara administratif, tetapi memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan sosial. Dengan semangat kolaborasi, Karang Taruna Sleman diproyeksikan menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang handal.
“Kami berharap pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama penggerak perubahan di tengah masyarakat. Karang Taruna harus hadir membawa solusi atas berbagai persoalan sosial di wilayah masing-masing. Melalui rapat kerja ini, mari kita bangun organisasi yang lebih solid, terarah, dan siap berkontribusi aktif bagi kemajuan Sleman,” tegas Yashinta menutup pernyataannya. (SRI RAHAYU/KIM DEPOK)


