Nyadran Semingin Kidul Jelang Ramadan, Warga Panjatkan Doa untuk Leluhur

Sleman — Kegiatan doa bersama atau nyadran di Cungkup Makam Semingin Kidul, Sumbersari, Moyudan, Kabupaten Sleman berlangsung tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan, Minggu (15/2/2026). Tradisi tahunan yang digelar menjelang bulan Ramadan ini kembali diikuti lebih dari 70 warga dari berbagai pedukuhan.

Doa bersama dipimpin oleh Ahmad Sahar di area pemakaman Semingin Kidul. Dalam pengantarnya, ia mengajak seluruh peserta untuk mendoakan para leluhur dengan penuh keikhlasan.

“Doa bersama ini merupakan manifestasi dari kita semua, anak cucu, cicit, buyut, canggah, dan seterusnya yang sholih dan sholihah. Kita mendoakan para leluhur yang telah damai di sisi-Nya. Mari kita laksanakan doa ini dengan khidmat, khusyuk, dan ikhlas,” ujarnya.

Sahar menegaskan, orang yang telah meninggal dunia tidak lagi membutuhkan harta benda, melainkan ketulusan dan keikhlasan doa dari keluarga serta keturunannya.

Sementara itu, Dukuh Nasri III, Zamzuri Latif, menyampaikan apresiasi atas partisipasi warga dalam menyukseskan acara. Menurutnya, nyadran bukan hanya mencerminkan kesalehan religi, tetapi juga kesalehan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kesalehan religi tampak dari pengamalan doa, yakni mendoakan arwah dan leluhur. Sementara kesalehan sosial terlihat dari kerja sama dan gotong royong warga saat menyiapkan maupun melaksanakan acara,” jelasnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai seperti kerja sama, guyub rukun, saling membantu, peduli sesama, dan peduli lingkungan telah nyata ditunjukkan warga melalui kegiatan ini.

Selain memperkuat spiritualitas, nyadran juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga. Tidak hanya warga Pedukuhan Nasri dan Semingin, kegiatan ini juga dihadiri warga dari luar kapanewon seperti Godean dan Seyegan yang memiliki ahli waris di pemakaman tersebut.

Latif berharap tradisi ini terus dilestarikan sebagai sarana menjaga keharmonisan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kerukunan, keharmonisan, dan kebersamaan dalam hidup bermasyarakat merupakan kunci meraih kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)

image_pdfimage_print
Bagikan: