Sleman — MAN 4 Sleman resmi menjalin kerja sama program apprenticeship (magang) dengan Richeese Factory. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilaksanakan pada Jumat siang (13/2/2026) di Ruang Kepala Madrasah.
Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, menyampaikan bahwa pembelajaran praktik di tempat kerja memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan (skills) murid, khususnya dalam menghadapi dunia industri.
“Alhamdulillah, hari ini telah kita tandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara madrasah dengan pihak Richeese Factory. Ini komitmen kedua belah pihak untuk menyukseskan program magang,” ujarnya usai penandatanganan.
Program ini diperuntukkan bagi murid Kelas Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Sebanyak 14 murid MAN 4 Sleman dinyatakan lolos seleksi, jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan madrasah lain. Para peserta telah melalui tahapan seleksi ketat, mulai dari screening tinggi badan, wawancara, hingga psikotes daring. Selanjutnya, mereka mengikuti pelatihan pengetahuan (knowledge), medical check up, serta praktik di Richeese Jalan Sudirman, Yogyakarta.
Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan Wakil Kepala Bidang Akademik MAN 4 Sleman, Triyono, Wakabid Humas MAN 4 Sleman, Dwi Astuti Handayani, Guru APHP MAN 4 Sleman, Umi Hidayati, dan Wakabid Kesiswaan MAN 4 Sleman, Edy Suparyanto.
Program apprenticeship ini dilatarbelakangi komitmen PT Richeese Kuliner Indonesia (RKI) sebagai perusahaan di industri Quick Service Restaurant (QSR) untuk berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan. Program ini juga selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang peran perusahaan dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Assistant Manager Learning and Development PT Richeese Kuliner Indonesia RKI, Aditia Sanjaya, menjelaskan bahwa program apprenticeship menjadi wadah pembelajaran kolaboratif yang memberikan pengalaman kerja nyata di operasional restoran QSR bagi siswa SMA/MA/SMK maupun mahasiswa vokasi.
“Program apprenticeship bertujuan meningkatkan readiness for work dan penguasaan keterampilan kerja industri. Peserta dibekali hard skills dan soft skills operasional restoran seperti lobby, kitchen, dan cashier, dengan pendampingan mentor,” jelasnya.
Selain mendorong peningkatan kompetensi pelajar, program ini juga menjadi strategi jangka panjang perusahaan dalam mempersiapkan talenta kerja kompeten guna mendukung operasional lebih dari 422 outlet Richeese Factory di seluruh Indonesia.
Berdasarkan naskah MoU, para peserta magang akan memperoleh penghasilan yang dihitung harian dengan kategori part time maupun full time, serta mendapatkan premi jaminan keselamatan dan kesehatan kerja.
Melalui kerja sama ini, MAN 4 Sleman berharap para murid tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kesiapan kerja dan pengalaman industri yang mumpuni sebagai bekal memasuki dunia kerja setelah lulus. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)


