Sleman — Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) merupakan program nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi ikan. Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi, mencegah stunting, serta memasyarakatkan ikan sebagai sumber protein sehat bagi anak dan keluarga.
Hal tersebut disampaikan instruktur dari Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan KKP, Koko Kurniawan, saat memberikan materi dalam pelatihan olahan berbahan ikan yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan DIY melalui pokok pikiran Anggota DPRD DIY Tri Nugroho, Kamis (26/2/2026) di Padukuhan Gandu, Sendangtirto, Berbah, Sleman.
Kegiatan penyampaian materi tersebut turut dihadiri Anggota DPRD DIY Tri Nugroho, dan Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Mbah Wanto.
Dalam paparannya, Koko menjelaskan bahwa daging ikan memiliki tekstur lebih lunak dibandingkan daging lainnya serta mengandung omega 3, protein, lemak tak jenuh, vitamin, dan mineral penting yang berperan dalam kecerdasan otak dan pertumbuhan anak, baik balita maupun dewasa.
“Namun kebaikan kandungan dari daging ikan bisa rusak atau hilang bila dalam penanganan dan pengolahannya tidak benar,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penanganan ikan secara cepat sejak proses penangkapan hingga sampai ke tangan konsumen melalui metode rantai dingin penanganan ikan. Ikan harus diperlakukan secara hati-hati dan lembut agar tidak merusak atau melukai tubuhnya yang dapat membuka peluang masuknya mikroorganisme.
Selain itu, peralatan dan proses pembersihan harus menggunakan air bersih serta dilakukan secepat mungkin tanpa penundaan.
“Ikan harus segera didinginkan menggunakan es atau sistem pendingin pada suhu 0-4 derajat celcius,” tuturnya.
Koko juga menjelaskan bahwa selain penanganan dan penyimpanan, proses pengolahan ikan sangat menentukan terjaganya kandungan nutrisi. Metode memasak yang dianjurkan antara lain dikukus (steaming), direbus (poaching), atau dipanggang (grilling). Jika ingin menumis, sebaiknya menggunakan sedikit minyak.
“Sebaiknya memasak ikan jangan dengan minyak yang banyak karena dapat merusak omega 3 serta nutrisi lainnya,” kata Koko.
Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat tidak hanya gemar mengonsumsi ikan, tetapi juga memahami cara penanganan dan pengolahan yang tepat agar manfaat gizinya tetap optimal bagi kesehatan keluarga. (Kusnadi KIM Berbah)


