SMD Jadi Langkah Awal Perencanaan Program Kesehatan di Condongcatur

Sleman – Puskesmas Depok II menyelenggarakan kegiatan Survei Mawas Diri (SMD) dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor di wilayah Kalurahan Condongcatur. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Wacanaloka Kalurahan Condongcatur, pada Selasa (3/3/2026).

SMD bertujuan mengidentifikasi permasalahan kesehatan dan sosial di masyarakat sekaligus menggali potensi solusi secara bersama. Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Polsek Depok Timur, Lurah Condongcatur, BPKal, TP PKK Kalurahan, kader perwakilan Darbih, staf Kamituwa, staf Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Babinsa, dukuh, Bhabinkamtibmas, serta UPTD Yandik Depok dan unsur terkait lainnya.

Kepala Puskesmas Depok II, Rr Endang Sulistyowati, menyampaikan bahwa melalui kegiatan SMD diharapkan dapat dilakukan pemetaan masalah secara menyeluruh di tengah masyarakat.

“SMD menjadi langkah awal dalam perencanaan program kesehatan berbasis data dan partisipasi warga,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menegaskan bahwa pemerintah kalurahan senantiasa mendukung program yang dilaksanakan Puskesmas maupun lintas sektor lainnya.

“Hal ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tandas Reno.

Pelaksanaan SMD dijadwalkan berlangsung mulai 5 Maret hingga 15 April 2026. Pada tahun ini, terdapat tiga prioritas masalah yang menjadi fokus utama, yakni meningkatnya kasus leptospirosis, terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, serta tren peningkatan kasus mangkir TB, khususnya terkait kepatuhan minum obat.

Melalui pengisian kuesioner, diskusi, dan pemetaan masalah di tingkat padukuhan, diharapkan data yang terkumpul mampu memberikan gambaran riil kondisi kesehatan masyarakat. Hasil SMD nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) guna menyusun rencana tindak lanjut serta solusi pemecahan masalah secara kolaboratif.

Dengan sinergi lintas sektor ini, berbagai persoalan kesehatan di Kalurahan Condongcatur diharapkan dapat ditangani secara terpadu demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera. (Tri Suhartati / KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: