Sleman – Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr Mafilindati Nuraini Mkes mengatakan memasuki musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menghimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap penyakit musiman. Karena memasuki musim penghujan ada kecenderungan sejumlah penyakit berkembang di bandingkan musim sebelumnya. Diantara penyakit yang ancamannya meluas dan perlu diwaspadi adalah leptospirosis atau penyakit yang diakibatkan bakteri Leptospira sp.
“Di Kabuoaten Sleman, penyakit ini biasanya tersebar di wilayah pertanian seperti Kecamatan Minggir, Moyudan, Seyegan, atau Kalasan karena ada kecenderungan penyakit tersebut ditularkan oleh tikus ke manusia,” kata Linda panggilan Mafilindati.
Ditambahkan Linda bahwa dari pendataan Dinkes Sleman, penyakit ini mulai tersebar di wilayah urban seperti Kecamatan Depok, Ngaglik, dan Mlati. Sampai saat ini diketahui di Sleman terdapat enam kasus leptospirosis.
Menurut Linda hal ini terjadi karena penyebaran populasi tikus di wilayah urban. Kondisi ini dimungkinkan karena padatnya pemukiman dan potensi penumpukan sampah yang tinggi. Untuk kawasan padat penduduk memang cenderung banyak tumpukan sampah yang mengundang tikus sehingga kondisi ini yang memungkinkan penyebarannya.
Saat ini lanjut Linda, masyarakat di wilayah pertanian justru lebih siap menghadapi penyebaran penyakit ini. Pasalnya masyarakat sudah terbiasa dan sangat mengenal penyakit ini.
“Laptospirosis ini biasanya disebarkan melalui urin tikus yang mencemari air yang tergenang. Bisa di sawah maupun tempat penampungan air,” tutur LInda.
Dijelaskan pula bahwa leptospirosis dapat menular melalui kulit yang terluka yang terkena air, tanah lembab atau tanaman yang sudah terkontaminasi bakteri Leptospira sp. Terlebih saat musim hujan yang banyak menimbulkan genangan, sehingga perlu diwaspadai. Bisa saja disebabkan karena membasuh luka dengan air yang sudah tercemar atau menginjak genangan air tanpa alas kaki padahal kaki sedang ada luka.


