Sleman — Menghadapi lonjakan arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Tim Reaksi Cepat (TRC) Gamping resmi mengoperasikan Posko Gabungan Siaga Lebaran 2026. Posko induk yang berlokasi di kawasan Ruko Pelemgurih, Banyuraden, Gamping, Sleman, tersebut dibuka pada Sabtu malam (14/3/2026) sebagai pusat kendali koordinasi lintas relawan dan instansi keamanan.
Wilayah Gamping yang menjadi pintu masuk utama sekaligus jalur lintas padat di sisi barat Yogyakarta menjadi alasan strategis pendirian posko ini. Beroperasi selama 24 jam penuh mulai 15 Maret hingga 25 Maret 2026, posko ini menjadi titik tumpu pelayanan cepat bagi pemudik maupun warga lokal yang menghadapi situasi darurat di jalan raya.
Ketua TRC Gamping, Deny Hendrawan, mengungkapkan bahwa kekuatan personil tahun ini didukung oleh sinergi dari 46 komunitas relawan se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain memberikan bantuan mekanis bagi kendaraan pemudik, para relawan juga disiagakan untuk penanganan medis awal serta pemantauan arus lalu lintas guna memastikan kenyamanan masyarakat selama momentum Lebaran.
“Momentum ini sangat penting karena Gamping merupakan kawasan yang sangat ramai dilalui pemudik maupun aktivitas warga sehari-hari. Kesiapsiagaan bersama dari puluhan komunitas relawan ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. Kami ingin memastikan kehadiran relawan dapat dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan bantuan di perjalanan,” ujar Deny Hendrawan di sela pembukaan posko.
Langkah proaktif TRC Gamping ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis. Ia menilai kolaborasi antar-komunitas relawan ini merupakan bentuk nyata kepedulian publik dalam mempercepat respon terhadap kondisi darurat. Namun, ia juga memberikan catatan tegas agar setiap relawan yang bertugas tetap disiplin dalam menjaga keselamatan diri sendiri selama menjalankan misi kemanusiaan.
“Keberadaan posko gabungan seperti ini sangat krusial untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat respon di lapangan. Saya menekankan kepada seluruh relawan untuk selalu mengedepankan prinsip keselamatan. Dalam setiap operasi kemanusiaan, keselamatan personel harus tetap menjadi prioritas utama agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tutur Rio Banupanitis.
Dukungan serupa disampaikan oleh Panewu Anom Gamping, Kurnia Astuti, yang hadir bersama unsur TNI dan Polri setempat. Menurutnya, keberadaan posko di titik strategis Pelemgurih akan mempermudah sinkronisasi data dan tindakan antara relawan dengan aparat kewilayahan. Melalui satu pusat koordinasi, potensi permasalahan lalu lintas maupun gangguan ketertiban dapat diantisipasi lebih dini.
Pemerintah Kapanewon Gamping berharap keberadaan Posko Gabungan Siaga Lebaran ini dapat menciptakan suasana mudik yang aman, tertib, dan harmonis. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu mendatangi posko jika memerlukan bantuan medis, informasi rute, maupun kendala teknis kendaraan selama melintasi wilayah Gamping. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)


