Sleman — Pengurus Masjid Besar Baiturrahman Klidon (MBBK) Sukoharjo, Ngaglik, resmi menggelar Rapat Kerja Takmir Masjid (RKTM) sebagai langkah nyata menjalankan amanah organisasi periode 2026, Minggu (12/4/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut pascapengukuhan pengurus oleh Bupati Sleman pada Januari lalu, dengan fokus utama pada pembenahan fasilitas fisik serta penguatan manajemen keuangan yang akuntabel.
Rapat yang dihadiri oleh pengurus harian dan para ketua divisi ini menjadi ajang pemaparan rencana strategis yang akan dijalankan selama satu tahun ke depan. Dalam prosesnya, setiap divisi diminta menyusun program kerja yang terukur guna memastikan pelayanan kepada jamaah berjalan optimal dan profesional.
Ketua Takmir Masjid Besar Baiturrahman Klidon yang baru, Ujang Mukhsin, menekankan bahwa tugas ketakmiran adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan prinsip kolektif kolegial. Ia mengingatkan bahwa kerja sama antar-divisi menjadi kunci agar seluruh program yang telah direncanakan tidak tumpang tindih dan dapat terlaksana sesuai target.
“Tugas ketakmiran ini adalah amanah dari jamaah yang harus kita niatkan sebagai ibadah untuk mendapatkan rida Allah SWT. Saya menekankan agar seluruh pengurus bekerja bersama-sama secara kolektif kolegial sehingga pekerjaan terbagi habis dan saling mendukung. Dalam manajemen anggaran, keuangan juga wajib dikelola secara transparan dan akuntabel. Jika transparansi ini terjaga, kepercayaan jamaah pasti meningkat dan dukungan pembiayaan untuk memakmurkan masjid akan mengalir dengan sendirinya,” ujar Ujang Mukhsin saat memberikan sambutan.
Dalam pemaparan program kerja yang disampaikan melalui presentasi digital tersebut, terdapat delapan divisi serta kesekretariatan dan perbendaharaan yang telah menyepakati skala prioritas. Untuk tahun 2026, takmir sepakat memberikan perhatian khusus pada peningkatan kenyamanan fasilitas utama ibadah.
Beberapa poin prioritas yang segera dieksekusi dalam waktu dekat antara lain pengadaan tujuh karpet baru untuk ruang utama serta renovasi total tempat wudu dan toilet. Pimpinan rapat menegaskan bahwa renovasi fasilitas sanitasi menjadi prioritas utama tahun ini agar jamaah dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan nyaman.
Pasca-kesepakatan RKTM ini, setiap divisi diminta segera menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara detail. Program-program yang belum dapat terakomodasi pada tahun ini akan tetap dicatat sebagai bahan evaluasi untuk rencana kerja tahun berikutnya. Melalui perencanaan yang matang ini, Masjid Besar Baiturrahman Klidon diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan yang mandiri dan berdaya bagi masyarakat sekitar. (Suripto/KIM Ngaglik)


