Sleman – Dalam menghadapi musim penghujan diperlukan kewaspadaan terhadap segala dampak yang mungkin ditimbulkan dari cuaca ekstrim. Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan persiapan menghadapi cuaca ekstrim yang terjadi. Belum lama ini Pemkab Sleman melakukan apel siaga bencana dan Unit Operasional Penanggulangan Bencana serta unit pelaksana penanggulangan bencana di tingkat kecamatan dan desa sudah dikukuhkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito mengatakan memang dalam menghadapi musim penghujan diperlukan kewaspadaan terhadap segala bentuk bencana dengan dampak yang mungkin ditimbulkan dari cuaca ekstrim.
“Untuk itu, dalam upaya mitigasi dan pengurangan resiko bencana dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak,” kata Julisetiono di Sleman, Rabu (25/11).
Menurut Julisetiono, Pemerintah maupun swasta, seluruh jajaran keamanan, kesehatan dan pihak terkait untuk dapat merapatkan barisan, bekerjasama dalam menghadapi cuaca ekstrim.
Dikatakan Julisetiono, di Sleman terdapat 39 komunitas dan 1.528 relawan yang tersebar di semua daerah. BPBD Sleman membagi relawan berdasarakan bidang kecakapan, di antaranya kesehatan, SAR, logistik, dapur umum, komunikasi dan informasi, perlindungan pengungsian dan relawan pos komando dan kaji cepat.
Pembagian ini dilakukan untuk mengoptimalkan upaya mitigasi dan penanganan bencana. Mitigasi bencana sendiri telah dilakukan secara periodik untuk pengurangan resiko bencana.


