Sleman — Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Tempel terus berupaya membumikan budaya donor darah sebagai gaya hidup sehat dan kebutuhan sosial di tengah masyarakat. Melalui forum rapat kerja yang digelar di RM Kopi Krasak, Lumbungrejo, Jumat (17/4/2026), PMI mengonsolidasikan kekuatan lintas sektor mulai dari unsur pemerintah, TNI-Polri, hingga komunitas relawan untuk memperluas jangkauan aksi kemanusiaan.
Rapat koordinasi ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan jumlah pendonor aktif di wilayah Sleman utara. Sekretaris PMI Kapanewon Tempel, Utma Masniyati Saniya, menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mengubah persepsi masyarakat agar donor darah tidak lagi dianggap sebagai kegiatan seremonial atau insidental semata.
“Tantangan kita hari ini adalah bagaimana menjadikan donor darah sebagai budaya, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini membutuhkan konsistensi edukasi dan keterlibatan semua pihak agar masyarakat merasa bahwa mendonorkan darah adalah bagian dari pola hidup mereka,” ujar Utma Masniyati Saniya saat memberikan pengantar rapat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PMI Kapanewon Tempel, Kelik Sudjiana, mengapresiasi dukungan dari berbagai elemen, termasuk jajaran Polsek dan Koramil yang hadir sebagai dewan pembina. Menurutnya, kuatnya komitmen dari aparat dan tokoh masyarakat merupakan kunci untuk menyentuh lapisan masyarakat di tingkat akar rumput.
“Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama. PMI tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan semua pihak untuk memastikan ketersediaan stok darah bagi yang membutuhkan,” kata Kelik Sudjiana.
Inovasi dalam menjaring pendonor juga menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut. Danramil Tempel, Edi Widodo, mengusulkan agar kegiatan donor darah dikemas secara lebih kompetitif dan menarik, misalnya melalui lomba antarinstansi atau komunitas. Sementara itu, Kapolsek Tempel, Gunawan Setyabudi, memberikan apresiasi atas peran aktif PMI yang selama ini selalu hadir dalam pelayanan masyarakat, termasuk pada momentum besar seperti pengamanan arus mudik Lebaran.
Dukungan konkret segera diwujudkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sleman. Perwakilan relawan sekaligus pengurus PWI Sleman, Eko Purwono, mengumumkan rencana aksi donor darah dalam rangka HUT PWI pada 26 April mendatang dengan target 75 pendonor. Selain itu, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Senyum Tempel turut menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam penyebaran informasi dan edukasi kepada publik.
Sekretaris PMI Kabupaten Sleman, Jazim Sumirat, yang hadir sebagai narasumber teknis mengingatkan bahwa ketersediaan darah di wilayah Sleman sangat bergantung pada kepedulian masyarakat. Ia menekankan pentingnya sosialisasi syarat donor yang benar agar warga tidak ragu untuk berpartisipasi.
“Ketersediaan darah sangat bergantung pada tingkat kepedulian masyarakat. Karena itu, penting memastikan proses donor berjalan nyaman, dimulai dari pendataan yang akurat hingga kesiapan logistik dan petugas di lapangan,” tegas Jazim Sumirat.
Melalui sinergi yang terbangun dalam rapat kerja ini, PMI Kapanewon Tempel optimistis dapat membangun ekosistem kemanusiaan yang lebih tangguh. Semangat gotong royong antara pemerintah, aparat, relawan, dan media diharapkan mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa melalui aksi donor darah yang terprogram dan berkelanjutan. (SBD/KIM Senyum Tempel)


