Pakar Kesehatan Tekankan Pentingnya Imunisasi Selama Masa Kehamilan

Sleman — Edukasi mengenai pentingnya imunisasi dalam masa kehamilan kini menjadi salah satu aspek paling krusial dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Hal ini ditegaskan dalam forum kesehatan yang berlangsung di Aula Karsa, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Sabtu (25/4/2026). Pemberian vaksin pada ibu hamil dinilai bukan sekadar prosedur medis, melainkan strategi perlindungan ganda bagi ibu dan bayi.

Pakar spesialis Obstetri dan Ginekologi, Khairina Hasifah, menjelaskan bahwa imunisasi pada ibu hamil memberikan perlindungan pasif kepada bayi sejak dalam kandungan hingga periode awal pascakelahiran. Meskipun vaksinasi idealnya dilakukan sebelum masa kehamilan, pemberian vaksin tertentu selama hamil tetap sangat dianjurkan dengan mempertimbangkan tingkat risiko paparan serta keamanan jenis vaksin yang digunakan.

Beberapa vaksin yang direkomendasikan secara medis meliputi Tdap untuk mencegah tetanus, difteri, dan pertusis, serta vaksin influenza dan COVID-19 musiman. Selain itu, vaksin jenis non-hidup seperti hepatitis B dapat diberikan berdasarkan indikasi medis tertentu. Sebaliknya, vaksin hidup seperti MMR dan varicella ditegaskan tidak dianjurkan bagi ibu hamil karena adanya potensi risiko bagi janin.

“Imunisasi pada ibu hamil merupakan langkah preventif yang sangat efektif. Tidak hanya melindungi ibu dari risiko infeksi berat, tetapi juga memberikan perlindungan awal bagi bayi melalui transfer antibodi melalui plasenta. Ini merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang dimulai sejak masa kehamilan,” ujar Khairina Hasifah di hadapan peserta edukasi.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa vaksin influenza inaktif terbukti aman diberikan pada seluruh trimester kehamilan. Bagi ibu, vaksinasi ini mampu menurunkan risiko komplikasi berat dan kebutuhan rawat inap. Sementara bagi bayi, antibodi yang didapatkan dari ibu akan menjadi benteng pertahanan pada masa awal kehidupan, mengingat bayi baru lahir belum bisa menerima imunisasi secara langsung.

Khairina juga menggarisbawahi bahwa hambatan utama program ini sering kali muncul dari keraguan masyarakat akibat informasi yang tidak akurat. Oleh karena itu, tenaga kesehatan memiliki peran strategis untuk memberikan rekomendasi medis yang jelas serta mengintegrasikan layanan imunisasi ke dalam pemeriksaan kehamilan rutin.

“Edukasi yang tepat kepada ibu hamil dan keluarga menjadi kunci utama. Dengan informasi yang benar dan berbasis data ilmiah, ibu tidak perlu ragu lagi untuk mendapatkan vaksinasi yang direkomendasikan karena keamanannya bagi janin telah teruji secara ketat,” tambahnya.

Selain selama masa kehamilan, para ibu juga dianjurkan untuk melengkapi status vaksinasi mereka pada periode pascapersalinan, termasuk vaksin HPV yang aman diberikan meskipun dalam masa menyusui. Langkah komprehensif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi secara berkelanjutan di Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: