Sleman – CasaTrivera, produk roti inovasi mahasiswa Departemen Fisika UNY, menjadi salah satu bentuk penguatan kewirausahaan mahasiswa yang berkontribusi pada pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman.
Produk tersebut dikembangkan oleh tiga mahasiswa, yakni Aisyah Putri Asri, Allifah Izatunnisa, dan Lieffia Intan melalui Program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) UNY Wirausaha.
Melalui program tersebut, mahasiswa terlibat langsung dalam proses bisnis, mulai dari perencanaan produk, produksi, pengemasan, pemasaran, hingga evaluasi pasar.
Allifah mengatakan bahwa CasaTrivera dikembangkan sebagai produk roti rumahan yang mengutamakan kualitas rasa, kelembutan tekstur, tampilan menarik, dan kesegaran produk. Menurutnya, usaha tersebut menjadi media pembelajaran nyata bagi mahasiswa sains untuk memahami dunia kewirausahaan secara langsung.
“CasaTrivera kami kembangkan dengan menekankan kualitas bahan, ketepatan proses produksi, dan konsistensi rasa. Dalam bisnis kuliner, kepercayaan konsumen dibangun dari produk yang stabil kualitasnya dan sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
CasaTrivera menghadirkan tiga varian utama, yakni Choco Sprinkle, Cheddar Bliss, dan Abon. Choco Sprinkle menawarkan roti lembut dengan isian cokelat oles dan taburan meses. Cheddar Bliss menghadirkan roti lembut dengan isian serta topping keju bercita rasa gurih dan creamy, sedangkan Abon menjadi pilihan roti gurih dengan taburan abon yang kaya rasa.
Ia menjelaskan, pemilihan varian tersebut mempertimbangkan selera pasar yang beragam. Produk manis dan gurih dihadirkan agar CasaTrivera menjangkau konsumen lebih luas, terutama pelajar, mahasiswa, keluarga, dan masyarakat umum.
“Setiap varian kami susun agar memiliki karakter rasa yang berbeda. Dengan begitu, konsumen memiliki pilihan sesuai selera, baik yang menyukai roti manis maupun roti gurih,” katanya.
Allifah menambahkan, CasaTrivera menggunakan sistem pre-order untuk menjaga kualitas produk. Pola tersebut memungkinkan tim memproduksi roti sesuai jumlah pesanan, sehingga produk yang diterima konsumen tetap segar dan tidak melewati masa simpan terlalu lama.
Menurutnya, sistem pre-order juga membantu mahasiswa memahami pola permintaan pasar, mengatur kebutuhan bahan baku, mengurangi risiko produk tidak terjual, serta menjaga efisiensi produksi.
“Strategi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun usaha kuliner yang terukur dan berkelanjutan,” paparnya.
Senada, Intan menyampaikan, pengembangan CasaTrivera tetap menghadapi tantangan, terutama dalam menjaga daya simpan produk, memperluas pasar, dan membangun pengenalan merek. Karena itu, tim terus memperbaiki pengemasan, tampilan produk, serta strategi promosi agar CasaTrivera semakin dikenal masyarakat.
“Kami belajar bahwa membangun usaha tidak cukup hanya menghasilkan produk yang enak. Produk juga harus memiliki identitas, kemasan yang baik, strategi pemasaran yang jelas, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut menjadi sarana penguatan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan.
“Program ini membuktikan bahwa mahasiswa sains dapat mengembangkan kemampuan lintas bidang, termasuk kewirausahaan, komunikasi pasar, manajemen produksi, dan inovasi produk,” jelasnya.
Kehadiran CasaTrivera juga memberi kontribusi bagi Kabupaten Sleman sebagai daerah pendidikan yang memiliki ekosistem mahasiswa, kampus, dan usaha kreatif.
“Produk tersebut menunjukkan bahwa lingkungan akademik dapat melahirkan inovasi usaha yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, membuka peluang kolaborasi, dan memperkaya ragam produk kuliner kreatif di Sleman,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)


