Sleman – Untuk mensosialisasikan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Bagian Humas melaksanakan dengan menggelar pertunjukan rakyat di 4 lokasi, Selasa (8/12). Kegiatan dilakukan dengan kerjasama KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) Kecamatan Tempel dan Godean. Sementara untuk 2 lokasi lainya kerjasama dengan paguyuban seni di Kecamatan Sleman dan Kecamatan Depok.
Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti mengatakan penyampaian kebijakan Pemkab Sleman yang dikemas dalam pertunjukan rakyat ini diharapkan selain untuk menyampaikan pesan juga untuk sarana memberikan hiburan kepada masyarakat. Selain itu juga memberikan kesempatan kepada para seniman untuk menampilkan kebolehanya dalam olah seni dan nguri-uri/ikut melestarikan budaya.
Pentas yang digelar di Dusun Pajangan kerjasama dengan kelompok ketoprak PS Bayu yang sudah cukup terkenal karena merupakan keturunan seniman kondang Alm. Gito Gati. Ditempat tersebut juga dipentaskan ketoprak dengan lakon Warok Suromenggolo dengan pesan yang diangkat sebagai materi penyampaian informasi yakni pengelolaan sampah. Bagaimana mengelola sampah yang dipandang sebagai barang yang tidak berguna tetapi justru dapat diambil manfaatnya bila sudah dipilah.
Begitu juga dengan pertunjukkan wayang orang yang digelar di Nologaten Caturtunggal Depok juga mengangkat masalah pengeloaan sampah. Sementara itu pertunjukan yang digelar di Jetak II Sidokarto Godean dimainkan oleh KIM Sidoakur Jetak II Sidokarto Godean yakni fragmen Ande-ande Lumut dan hadroh. Tema yang diangkat dalam pertunjukan rakyat ditempat ini yakni revolusi mental.
Demikian juga pertunjukan rakyat yang digelar di Kecamatan Tempel dimainkan oleh KIM Kecamatan Tempel dengan materi pola tanam padi dan nasionalisme.


