Sleman — Momentum kelulusan siswa sekolah dasar kini tidak lagi sekadar dirayakan secara seremonial di dalam ruang kelas yang kaku. Menunjukkan komitmen dalam memfasilitasi ruang berekspresi bagi generasi muda, SD Negeri Jamblangan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, menggelar agenda Wisuda Purna Siswa yang dipadukan dengan Gelar Potensi Seni budaya secara terbuka di halaman sekolah setempat pada Sabtu (6/6/2026).
Langkah inovatif ini diambil sebagai wujud apresiasi kolektif atas kelulusan seluruh siswa kelas VI tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 28 anak. Berbeda dengan tradisi tahun-tahun sebelumnya, pelepasan kelulusan kali ini dikonversikan menjadi panggung unjuk bakat pelestarian budaya tradisional, lengkap dengan fasilitas panggung megah representatif yang diinisiasi dan didanai secara swadaya oleh paguyuban orang tua murid.
Kepala SD Negeri Jamblangan, Suparti, memaparkan laporan evaluasi akademik di mana rata-rata pencapaian nilai Ujian Akhir Sekolah (UAS) kolektif anak didiknya pada tahun ini menyentuh angka 244,67. Kendati secara akumulasi peringkat sektoral di tingkat kapanewon mengalami sedikit pergeseran, grafik nilai rata-rata murni yang ditorehkan oleh masing-masing individu siswa justru mencatatkan kurva kenaikan yang signifikan.
“Untuk perolehan nilai tertinggi siswa kami pada kelulusan tahun ini berhasil menyentuh angka 286,67, sedangkan untuk nilai terendah berada di angka 146,67. Fluktuasi angka ini menjadi bukti autentik bahwa semangat belajar anak-anak di rumah terus merangkak naik berkat adanya sinergi sirkular yang harmonis antara guru di sekolah, bimbingan orang tua, serta dukungan lingkungan masyarakat sekitar. Kami sengaja menyelenggarakan wisuda secara terbuka di lapangan luar agar anak-anak memiliki ruang mental yang cukup untuk merayakan draf keberhasilan akademiknya dengan penuh percaya diri setelah menempuh pendidikan dasar selama enam tahun,” ujar Suparti di hadapan jajaran komite sekolah dan tokoh masyarakat Seyegan.
Suparti menguraikan, kemeriahan acara juga diisi dengan parade penampilan seni tari daerah dan performa musik tradisional karawitan Jawa yang dibawakan secara apik oleh kolaborasi siswa dari kelas II hingga kelas V. Keberhasilan internalisasi seni adiluhung di lingkungan sekolah ini diakui lahir dari kontribusi aktif warga sekitar padukuhan yang secara sukarela meminjamkan dan memfasilitasi seperangkat alat gamelan perunggu lengkap sebagai media latihan mingguan para siswa.
“Seni karawitan yang disuguhkan oleh anak-anak di atas panggung hari ini merupakan produk nyata dari kerja sama sirkular yang sangat baik dengan warga Jamblangan. Kami sangat terbantu karena masyarakat di luar sekolah memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap draf pelestarian budaya sejak dini di tingkat sekolah dasar,” kata Suparti menambahkan.
Urgensi penguatan mentalitas anak di fase transisi menuju jenjang sekolah menengah menjadi sorotan utama otoritas pendidikan daerah. Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kapanewon Seyegan, Bambang Lipura, mengingatkan jajaran tenaga pendidik dan wali murid agar tidak terjebak pada draf standardisasi nilai akademik berbasis angka semata, melainkan wajib menempatkan fondasi karakter moral sebagai draf prioritas utama kelulusan.
“Tujuan fundamental dari seluruh rangkaian proses pendidikan itu bukan hanya sekadar mencetak kecerdasan kognitif atau mengantarkan anak didik lolos ke jenjang sekolah yang lebih tinggi semata, melainkan bagaimana kita mampu membentuk karakter spiritual, etika, dan akhlak luhur di dalam jiwa mereka. Anak-anak yang lulus hari ini harus dibekali mental yang kuat agar mampu menjaga nama baik almamater sekolah, kehormatan keluarga, serta marwah dirinya sendiri di mana pun mereka melanjutkan studi nantinya,” tutur Bambang Lipura saat memberikan wejangan kepada para wisudawan.
Sinergi apik antara pencapaian prestasi akademik dan ruang aktualisasi seni budaya ini diharapkan menjadi draf percontohan bagi satuan pendidikan lain di Sleman dalam mengemas agenda kelulusan yang edukatif, menghibur, dan bebas dari aksi konvoi negatif di jalan raya. Rangkaian pameran kreativitas ini ditutup dengan penyerahan samir wisuda dan gemuruh tepuk tangan kebanggaan dari seluruh orang tua murid yang menyaksikan anak-anak mereka siap melangkah ke gerbang pendidikan tingkat lanjutan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)


