Pemkab Gelar Sarasehan Penguatan Ketahanan Keluarga

Sleman – Sarasehan penguatan ketahanan keluarga untuk perlindungan perempuan dan anak yang berlangsung di pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (16/12). Sarasehan kali ini merupakan salah satu upaya Pemkab Sleman dalam memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak. Melalui sarasehan ini diharapkan mampu menggugah wawasan tentang pentingnya keluarga sebagai landasan pertama membangun generasi muda dengan mental yang baik. 

“Tidak dapat dielakkan bahwa keberhasilan pendidikan anak sangat dipengaruhi oleh bagaimana orangtua khususnya ibu dalam memberikan pengaruh positif kepada anak-anaknya, Saya menghimbau kepada seluruh ibu untuk tetap menomorsatukan peran domestiknya sebagai “madrasah” pertama dan utama bagi anak,” kata  Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatn dan SDM, Dra Sri Murni Rahayu mewakili Bupati Sleman pada sarasehan  penguatan ketahanan keluarga untuk perlindungan perempuan dan anak .

Disampaikan Sri Murni bahwa keberadaan perempuan menjadi sangat penting sebagai soko guru pendidikan. Seorang ibu merupakan teladan bagi anak-anaknya. Anak yang lahir dari perempuan yang cerdas dan  mampu mendidik dengan bijaksana akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab dan berprestasi.

Upaya pembentukan keluarga yang mawadah warahmah tidak luput dari upaya pembentukan mental perempuan yang berdaya. Tidak bisa dipungkiri saat ini keberadaan perempuan telah sejajar dengan laki-laki. Isu kesetaraan gender yang berarti pemberdayaan perempuan memiliki urgensi yang tak kalah dari isu-isu pembangunan yang lain. Jika perempuan diberdayakan dan diperhatikan kebutuhannya, maka akan memiliki signifikansi dalam produktivitas.

Pada tataran yang lebih luas pemberdayaan dan perlindungan hak-hak perempuan ini memiliki signifikansi pada kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan. Bahkan tingginya angka perempuan bekerja saat ini akan memberikan pengaruh pada pembentukan generasi di masa mendatang. Perempuan berdaya yang mampu berperan di berbagai bidang merupakan pembentuk keluarga, tidak hanya dari sisi pendidik namun memberikan kontribusi bagi ekonomi keluarga.

Sedangkan Kepala Badan KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan dr Nurulhayah MKes menyampaikan bahwa  maksud dan tujuan sarasehan tersebut dalam rangka menguatkan ketahanan keluarga untuk memberikan perlindungan perempuan dan anak serta mengajak masyarakat untuk turut terlibat aktif sesuai dengan kapasitasnya dalam upaya penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

image_pdfimage_print
Bagikan: