Dedikasi Tanpa Batas Purwanto, Penyuluh Pertanian Tempel Sleman

Sleman – Bagi sebagian orang, jam kerja berakhir ketika kantor tutup. Namun tidak demikian bagi Purwanto (54 tahun), seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang bertugas mendampingi petani di Kalurahan Lumbungrejo dan Pondokrejo, Kapanewon Tempel, Sleman.

“Pertanian tidak mengenal hari libur maupun batas waktu”, katanya saat ditemui di sebuah dangau (bangunan sederhana yang biasanya didirikan di sawah) di dusun Karanglo, pada Senin (8/6/2026).

“Pertemuan kelompok tani tidak mengenal hari libur. Sedangkan masalah pertanian bisa muncul setiap saat, karenanya saya harus selalu siap melayani petani 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu,” tandas Purwanto.

Sebagai PPL yang mendapat tugas di Kalurahan Lumbungrejo dan Pondokrejo, Purwanto menjadi ujung tombak pemerintah dalam pembangunan sektor pertanian. Tugasnya tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga menjadi pendamping, penghubung, sekaligus mitra para petani dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan.

Salah satu hal yang kerap dilupakan petani adalah menanam satu jenis tanaman secara terus-menerus karena tergiur hasil yang baik. Oleh karena itu, Purwanto sering mengingatkan petani untuk menerapkan pola tanam bergilir dengan jenis tanaman lain agar siklus hidup hama dapat terputus sehingga serangannya lebih mudah dikendalikan.

Dengan pengalaman luas sejak tahun 2018 sebagai petugas PPL, Purwanto mampu menjelaskan teknik pertanian yang baik, penggunaan bibit unggul yang lebih tahan penyakit, anjuran pemakaian pupuk nonkimia, serta pengendalian hama tanaman yang ramah lingkungan.  

“Yang paling membahagiakan adalah ketika petani mau mencoba apa yang kita sampaikan, lalu hasilnya berhasil dan produksinya meningkat,” ujarnya. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)

image_pdfimage_print
Bagikan: