Sleman- Sebanyak sebelas orang peserta Maganghub Kemenaker 2025–2026 resmi mengakhiri masa tugasnya di PMI Kabupaten Sleman. Para peserta tersebut berpamitan pada Senin (15/6/2026) sore dan membawa sejuta kenangan sebagai bekal untuk melanjutkan karier.
Pelepasan dilakukan di Markas PMI Sleman oleh Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini, didampingi jajaran pengurus, Kepala Markas, Kepala Unit Donor Darah, serta Kepala Klinik Pratama PMI Sleman.
Dua peserta Maganghub Kemenaker, Rara dan Sasila, mewakili rekan-rekannya menyampaikan kesan bahwa pengalaman yang diperoleh selama magang melebihi ekspektasi. Pada awalnya, Rara mengaku sempat pesimis karena perbedaan program studi yang dijalani. Namun, suasana penerimaan yang hangat membuat mereka semakin optimistis dalam menjalankan tugas.
Seiring berjalannya waktu, mereka merasakan kehangatan dan rasa persaudaraan selama berada di PMI Sleman. Para peserta merasa telah menjadi bagian dari keluarga besar PMI. Bimbingan, arahan, dan dukungan dari mentor serta staf, termasuk saat menghadapi kesulitan tugas, sangat membantu dan mudah dipahami.
“Selama enam bulan di PMI Sleman, kami mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang sangat berharga. Terima kasih PMI Sleman, semoga semakin maju, berkembang, dan tetap mampu melayani masyarakat dengan baik,” ujar Rara.
Sementara itu, Operator Maganghub Kemenaker 2025–2026 PMI Sleman, Fachrul Wasis, menjelaskan bahwa Maganghub Kemenaker merupakan platform digital yang menghubungkan lulusan baru atau mahasiswa dengan instansi swasta maupun BUMN untuk program magang.
Program ini bertujuan menjembatani dunia pendidikan dan dunia kerja, sekaligus memberikan pengalaman bagi peserta magang serta kesempatan bagi instansi untuk melakukan seleksi calon tenaga kerja.
Fachrul menambahkan, pada batch 3 periode 16 Desember 2025 hingga 15 Juni 2026, tercatat sebanyak 251 pelamar mengikuti program magang di PMI Kabupaten Sleman. PMI membuka empat kualifikasi, yaitu Teknologi Bank Darah (TBD), Administrasi, Bidan, dan Perawat.
Dari hasil seleksi, Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan 12 peserta, terdiri dari 5 orang Teknologi Bank Darah, 4 Administrasi, 1 Bidan, dan 2 Perawat. Namun, satu peserta dari kualifikasi TBD mengundurkan diri karena diterima di instansi lain, sehingga total peserta yang menyelesaikan program menjadi 11 orang.
Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini, menyampaikan bahwa PMI Sleman baru pertama kali mengikuti program Maganghub Kemenaker pada periode 2025–2026 setelah memperoleh informasi di tahap akhir pendaftaran. Dengan sigap, PMI Sleman melakukan proses pengajuan hingga akhirnya mendapatkan kesempatan tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta magang atas dedikasi dan kinerja selama bertugas.
“Selama masa magang, tidak ada laporan negatif, baik terkait pekerjaan maupun perilaku. Kami berterima kasih atas kesungguhan mereka. Semoga pengalaman ini menjadi modal berharga dalam berkarier di mana pun,” ujarnya.
“Jika diberi kesempatan lagi, kami tentu berharap dapat kembali menerima peserta terbaik. Tidak perlu ragu memilih PMI Sleman, karena kami sudah melihat kualitas SDM-nya,” tandas Mafilindati. (Tri Joko S – KIM Kalasan Bersahabat)


