Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperketat pengawasan dan intervensi pemenuhan gizi buruk pada balita melalui digitalisasi pelaporan administrasi di tingkat desa. Langkah taktis ini diwujudkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Kabupaten Sleman dengan menggelar kegiatan Pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM). Agenda pembinaan intensif yang diikuti oleh 86 personel KPM dari seluruh penjuru wilayah Sleman tersebut diselenggarakan di Ruang Pamiranti Hall Lantai IV, Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sleman, pada Senin (22/6/2026).
Fokus utama dari peristiwa ini menyoroti akselerasi program konvergensi penanganan stunting melalui pemanfaatan instrumen digital terpadu agar data yang dikirimkan dari pelosok dusun bersifat aktual dan bebas dari manipulasi. Pemkab Sleman menilai bahwa keakuratan validasi data di lapangan menjadi penentu utama presisinya penyaluran bantuan gizi makanan dari pemerintah pusat. Melalui penguatan kompetensi operasional teknologi ini, para kader dibekali kecakapan khusus untuk melakukan pelacakan mandiri terhadap kondisi kesehatan ibu hamil, pemantauan pertumbuhan bayi, hingga memitigasi potensi risiko stunting secara instan.
Pertemuan strategis ini menghadirkan kolaborasi narasumber ahli dari lintas instansi kedinasan daerah, di antaranya Sigit Praptono dan Agus Waseso selaku perwakilan teknis dari Dinas PMK Sleman, serta Yuni Hastuti yang bertindak sebagai pemateri makro dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman.
Dalam pemaparan materi pertama, perwakilan Bappeda Sleman, Yuni Hastuti, mengupas tuntas mengenai cetak biru Rencana Aksi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Sleman. Ia menekankan bahwa kerangka kerja daerah wajib mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 yang mengamanatkan penguatan lima pilar strategi utama dan penuntasan delapan aksi konvergensi penanganan stunting secara komprehensif.
“Sinergi lintas sektor adalah kunci utama dalam mendukung upaya penurunan stunting secara terintegrasi dan berkelanjutan. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, karena urusan stunting melibatkan sanitasi lingkungan, ketersediaan air bersih, hingga pola asuh keluarga di rumah,” ujar Yuni Hastuti menjelaskan peta jalan strategi nasional di hadapan para peserta.
Selanjutnya, giliran perwakilan Dinas PMK Sleman, Sigit Praptono, yang membedah urusan teknis mengenai Pemantauan dan Pelaporan Pelaksanaan Konvergensi Penurunan Stunting di Desa melalui aplikasi eHDW atau electronic Human Development Worker. Aplikasi berbasis gawai pintar ini diposisikan sebagai senjata utama para kader di lapangan untuk melakukan input data secara digital, cepat, dan transparan dari level rukun tetangga.
“Aplikasi eHDW ini merupakan instrumen vital untuk mendukung pendataan, pemantauan, dan pelaporan program di tingkat kalurahan. Tugas KPM di sini adalah memastikan seluruh sasaran penerima manfaat memperoleh paket layanan kesehatan secara lengkap, mendata siklus layanan, serta menyajikan dokumen realitas tersebut sebagai bahan baku utama perencanaan dalam forum rembuk stunting desa,” kata Sigit Praptono menegaskan fungsi krusial para kader jajarannya.
Ia menambahkan bahwa keandalan sistem pelaporan digital ini juga bertumpu pada peran aktif Admin Desa. Perangkat komputer desa tersebut memegang fungsi kontrol mutlak untuk memverifikasi kebenaran draf digital yang diinput oleh kader KPM sebelum diteruskan ke peladen pusat kabupaten. Kolaborasi ganda ini dirancang untuk meminimalkan terjadinya kesalahan input jaminan sosial kesehatan dan memastikan program pembangunan kewilayahan berjalan tepat sasaran.
Melalui penyelenggaraan pembinaan yang interaktif ini, Pemkab Sleman optimistis dapat mencetak para kader pembangunan manusia yang tidak hanya militan di lapangan, melainkan juga cakap digital dalam membaca indikator kesehatan warga. Penguasaan aplikasi eHDW yang merata di seluruh kalurahan diharapkan mampu memotong rantai birokrasi pendataan, sehingga angka stunting di Kabupaten Sleman dapat terus ditekan secara drastis demi mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. (Tri Suhartati/KIM Depok)


