Sleman – Pemandangan menyejukkan terlihat dalam pengamanan agenda Gebyar Muharam 1448 Hijriah yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kapanewon Depok di Sleman pada Jumat (26/6/2026). Tiga organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan lintas struktural, yaitu Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dan Garda Fatayat (Garfa), bersinergi bahu-membahu mengawal jalannya acara.
Kehadiran ratusan personel gabungan dari ketiga organisasi tersebut menjadi pilar utama di lapangan demi mendukung kelancaran kegiatan. Berkat penjagaan yang ketat dan persuasif, sekitar 900 jemaah yang hadir dapat mengikuti seluruh rangkaian perayaan Tahun Baru Islam dengan aman, nyaman, dan tertib sejak awal hingga berakhirnya acara.
Senior Kokam Depok, Sukirman, menjelaskan bahwa keterlibatan aktif Kokam dalam tim pengamanan gabungan ini merupakan bagian dari pengabdian nyata organisasi kepada masyarakat luas. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk komitmen dalam mendukung setiap syiar keagamaan yang membawa misi memperkuat persatuan umat.
“Menjaga keamanan kegiatan masyarakat merupakan salah satu bentuk pelayanan kami. Ketika situasi berlangsung tertib dan kondusif, masyarakat dapat beribadah serta mengikuti kegiatan dengan lebih tenang dan khusyuk,” ujar Sukirman saat ditemui di sela-sela bertugas di lapangan.
Sukirman menambahkan, pola pengamanan di lapangan sengaja dilaksanakan secara terpadu bersama rekan-rekan dari Banser dan Garfa. Strategi ini mengedepankan koordinasi yang solid, komunikasi yang intens, serta semangat saling membantu tanpa sekat. Menurutnya, kolaborasi ini membuktikan bahwa seluruh elemen pemuda Islam memiliki tanggung jawab yang sama dalam merawat ruang publik agar tetap aman.
Apresiasi tinggi atas dedikasi dan pengorbanan seluruh personel lapangan disampaikan langsung oleh Ketua MUI Kapanewon Depok, Sunhaji. Pihaknya merasa sangat terbantu dengan kehadiran para relawan pemuda tersebut yang dinilai sukses mengawal stabilitas jalannya Gebyar Muharam.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pengabdian seluruh personel yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan umat, di mana berbagai organisasi dapat bersinergi dalam satu tujuan, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Sunhaji penuh syukur.
Bagi Sunhaji, model kolaborasi antar-elemen umat seperti ini merupakan modal sosial yang sangat mahal dan penting dipelihara dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Pihak MUI Depok menegaskan akan terus mendorong jalinan kerja sama taktis seperti ini dengan berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan lainnya demi memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga kerukunan, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Sleman yang religius, aman, dan beradab (Athiful/KIM Depok).


