Jaguar HPI DIY Blusukan ke Sleman

AgrowisataSleman – Komunitas Jaguar (Jogja Touris Guide Rider) HPI DIY yang merupakan sekumpulan guide penyuka touring sepeda motor blusukan ke beberapa destinasi wisata di Kabupaten Sleman.

Diantara destinasi wisata tersebut adalah kawasan bekas erupsi Merapi di Sabodam Bronggang Argomulyo Cangkringan, Desa Wisata Pentingsari, Agrowisata Bhumi Merapi, Museum Gempa Prof Sarwidi dan kawasan Taman Lampion di Gardu Pandang Kaliurang. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan hari Senin (28/12) lalu. Demikian antara lain disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Rabu (30/12).

Dikatakan Ayu  bahwa komunitas HPI merupakan salah satu komunitas strategis yang turut memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dan pengembangan sektor pariwisata. Pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif komunitas HPI untuk menggali dan mengeksplorasi destinasi wisata. Ini merupakan bukti nyata sinergitas yang dilakukan oleh komunitas HPI dalam mengembangkan pariwisata.

Oleh karenanya diharapkan dengan kegiatan tersebut potensi destinasi wisata yang baru akan dengan cepat dikenal secara luas sekaligus ditawarkan kepada wisatawan. Terlebih dari itu diharapkan pula komunitas HPI juga memberikan sumbang saran untuk perbaikan kualitas destinasi. Hal tersebut dikarenakan pramuwisata lah yang mengetahui secara tepat keinginan wisatawan.

“Masukan dan saran komunitas pramuwisata akan sangat bermanfaat dalam rangka penguatan destinasi dan peningkatan pelayanan yang dilakukan oleh para pengelola destinasi wisata,” kata Ayu.

Sementara Presiden Jaguar HPI DIY Dwi Aji Warsono kegiatan  ini memang sengaja dikemas secara rutin untuk turut berpartisipasi aktif dalam upaya mengenal lebih dekat dan menggali potensi destinasi baru. Setelah itu pihaknya kemudian akan menawarkan kepada calon wisatawan.

Ternyata di Sleman terdapat potensi destinasi baru yang rekomended untuk dijual kepada wisatawan. Hal ini untuk memberikan variasi pilihan kepada wisatawan sekaligus memperkaya paket-paket wisata. Wisatawan tentu membutuhkan alternatif dalam memilih destinasi yang akan dikunjungi. Oleh karenanya kegiatan seperti ini sangat diperlukan bagi komunitas guide yang senantiasa berada digarda depan dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

image_pdfimage_print
Bagikan: