Bantu Warga Kurang Mampu, PMI Sleman Gelar Bakti Sosial Khitan Massal Metode Modern

Sleman – Guna meningkatkan kualitas pelayanan sosial kesehatan sekaligus membantu mewujudkan generasi muda yang sehat, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman menggelar bakti sosial khitanan massal. Agenda kemanusiaan bertajuk “Khitan Ceria Bersama PMI Kabupaten Sleman” ini secara resmi mulai bergulir pada Senin (29/6/2026) di Klinik Pratama PMI Sleman dengan memprioritaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu serta yatim piatu.

Untuk menghindari kerumunan dan menjaga kenyamanan psikologis anak, panitia menerapkan sistem kuota harian. Program yang dibuka langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini ini ditargetkan menyasar sebanyak 25 anak laki-laki. Masa pelaksanaan bakti sosial dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, mulai dari Senin (29/6/2026) hingga Sabtu (4/7/2026), dengan kapasitas layanan dibatasi hanya tiga anak per hari.

Kepala Klinik Unit PMI Kabupaten Sleman, Hunik Rismawati, menjelaskan bahwa seluruh proses penanganan medis dalam program ini dilakukan secara profesional oleh para ahli di bidangnya. Klinik Pratama PMI Sleman menerjunkan tiga dokter kompeten, yaitu Raden Hari Ahmad, Muhammad Zufar Raihan, dan Riyan Majdiy, dengan didukung oleh peralatan medis yang mutakhir.

“Khitan modern yang dilaksanakan oleh Klinik Pratama PMI Kabupaten Sleman menggunakan metode Winkelmann serta teknik sunat khusus atau sunat gemuk. Hasil dari metode ini terbukti jauh lebih presisi. Kelebihan lainnya, anak-anak tidak hanya datang untuk disunat, tetapi juga mendapatkan edukasi melalui pendekatan psikologis atau bonding. Melalui komunikasi yang akrab ini, rasa takut dan trauma anak dapat diminimalisir,” ujar Raden Hari Ahmad, salah satu dokter pelaksana, usai menangani pasien.

Melalui pendekatan emosional tersebut, suasana ruang tindakan menjadi lebih tenang. Sebelum proses khitan dimulai, tim dokter juga mengajak anak-anak berbincang mengenai hobi mereka dan ditutup dengan doa bersama, sehingga mental anak menjadi lebih siap dan rileks.

Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua yang telah memercayakan buah hati mereka untuk mengikuti program Khitan Ceria ini. Ia berharap anak-anak yang telah dikhitan dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, serta berbakti kepada keluarga dan masyarakat.

“Kalau zaman dulu, anak yang mau khitan biasanya diantar oleh bapak, paman, atau masnya. Nah, di Khitan Ceria PMI ini yang mengantar dan menunggui mayoritas justru ibunya. Mereka tidak takut dan tidak geli karena prosesnya sudah menggunakan cara modern dan alat terbaru. Alhamdulillah semua ceria, tidak ada yang menangis. Kami di PMI akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan sosial kemanusiaan agar organisasi ini selalu ada di hati masyarakat,” pungkas Mafilindati Nuraini. (Tri Joko S / KIM Kalasan Bersahabat)

image_pdfimage_print
Bagikan: