Sleman – Pengelolaan data yang terintegrasi dapat menjadi refrensi dalam penyusunan kebijakan. Hal ini ditegaskan Panewu Moyudan, Muhammad Arif Rahman, saat membuka Sosialisasi Sistem Informasi Operasional Pengelolaan Sampah Terpadu (SIOSESTU) di Ruang Abhinaya Kapanewon Moyudan, Selasa (7/7/2026).
Pada momen itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menyelenggarakan pelatihan pengisian SIOSESTU bagi Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) dari Kapanewon Moyudan dan Godean. Kegiatan ini juga diikuti oleh Petugas Pendamping Pengelola Sampah (P3S) tingkat kalurahan dan kapanewon.
Dalam sambutannya, Arif Rahman menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan langkah awal dalam mewujudkan tata kelola persampahan yang lebih baik. Melalui SIOSESTU, ia berharap pengelolaan sampah oleh KPSM dapat dilakukan secara lebih tertata, terukur, dan berbasis data.
” Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen menjadikan data yang akurat dan valid sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pengelolaan sampah. Semoga pelatihan ini menjadi pijakan untuk menyusun langkah-langkah yang lebih komprehensif dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan DLH Kabupaten Sleman, Murjoko menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menyebabkan pelatihan kali ini baru dapat melibatkan dua kapanewon, yakni Moyudan dan Godean, dengan masing-masing mengirimkan 15 peserta. Meski demikian, ia mengapresiasi antusiasme para peserta selama mengikuti kegiatan.
“Tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan KPSM dalam menyusun dan melaporkan data operasional pengelolaan sampah secara akurat,” ujarnya.
“Akurasi data yang dihimpun melalui SIOSESTU akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan kebijakan untuk menangani berbagai persoalan persampahan di Kabupaten Sleman,” sambung Murjoko.
Penerapan SIOSESTU, diharapkan dapat menciptakan integrasi data operasional yang dihimpun KPSM di lapangan dengan proses pengambilan kebijakan di Pemerintah Kabupaten Sleman, sehingga program pengelolaan sampah dapat dirancang secara lebih tepat sasaran. (Giek / KIM Moyudan)


