Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman melalui Tim Tenaga Pelopor Perdamaian (PORDAM) memberikan sosialisasi pencegahan perundungan (bullying) kepada 92 peserta didik baru SD Muhammadiyah 2 Pakem, Kabupaten Sleman, Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Sosialisasi ini bertujuan menanamkan nilai saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak sejak dini.
Kedatangan Tim Tenaga Pelopor Perdamaian disambut langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah 2 Pakem, Nuning Prasetyawati. Ia mengapresiasi dukungan Dinas Sosial Kabupaten Sleman dalam memberikan edukasi kepada peserta didik baru mengenai pentingnya mencegah perundungan di lingkungan sekolah.
Ketua Tim Bantuan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wahyudin Hadi, menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah preventif untuk memperkuat perlindungan anak melalui pendidikan karakter sejak usia sekolah dasar.
“Kami berharap peserta didik memahami bahwa bullying bukan perilaku yang dapat dibenarkan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh anak,” ujarnya.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Tenaga Pelopor Perdamaian (PORDAM), Nita Karlina, dengan metode interaktif melalui dialog, permainan edukatif, ilustrasi, dan berbagai contoh sederhana yang mudah dipahami oleh peserta didik sekolah dasar.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, mulai dari fisik, verbal, sosial, hingga perundungan di ruang digital. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta langkah-langkah pencegahan melalui sikap saling menghormati, peduli, dan berempati.
Penyampaian materi didukung oleh Arief Riyafi Hanung Hardoyo melalui presentasi visual yang membuat proses pembelajaran berlangsung lebih menarik, komunikatif, dan mudah dipahami peserta.
Kegiatan ini turut didampingi RM Yohanes Samiaji, Dwi Ratnawati, dan Nur Arifin. Sosialisasi merupakan hasil kolaborasi Tenaga Pelopor Perdamaian Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul bersama Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) tingkat kapanewon.
Sebagai penutup, seluruh peserta didik bersama kepala sekolah, dewan guru, dan Tim Tenaga Pelopor Perdamaian melaksanakan Penandatanganan Deklarasi Anti Bullying sebagai wujud komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari segala bentuk perundungan.
Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan memiliki keberanian untuk melaporkan tindakan perundungan, menghargai perbedaan, serta berperan aktif dalam membangun budaya sekolah yang aman, damai, dan ramah anak.
Dinas Sosial Kabupaten Sleman menilai kolaborasi lintas daerah bersama Tenaga Pelopor Perdamaian dan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak merupakan salah satu upaya strategis dalam memperkuat pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan sekaligus mendukung pembentukan karakter generasi muda yang berempati, toleran, dan cinta damai.
(Sastra – KIM DSN)


