Sleman – Layanan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berlokasi di SMK Muhammadiyah 2 Sleman semakin diminati oleh masyarakat. Tingginya antusiasme warga yang memanfaatkan fasilitas ini menandakan bahwa kebutuhan akan infrastruktur pendukung kendaraan ramah lingkungan di Kabupaten Sleman terus mengalami pertumbuhan pesat.
Kepala SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Ahmad Maftuhin, menyampaikan bahwa fasilitas yang dibuka untuk umum tersebut menjadi pilihan favorit pengguna kendaraan listrik dari berbagai daerah. Hal ini dikarenakan letaknya yang strategis dan ditunjang oleh teknologi pengisian daya yang memadai.
“Sejak dibuka, respons masyarakat sangat baik. Semakin banyak pengguna kendaraan listrik yang datang untuk mengisi daya di SPKLU kami. Ini menjadi indikator bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung kendaraan listrik terus meningkat,” ujar Ahmad Maftuhin pada Jumat (17/07/2026).
Fasilitas pengisian daya di sekolah vokasi ini telah mengadopsi teknologi fast charging berkapasitas 50 kW DC. Pemanfaatan teknologi tersebut mampu memangkas durasi pengisian daya secara signifikan jika dibandingkan dengan metode konvensional. Kehadiran SPKLU ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen pihak sekolah dalam mendukung percepatan transisi menuju energi bersih.
Tak sekadar menjadi tempat pengisian daya bagi publik, keberadaan SPKLU ini juga difungsikan sebagai sarana edukasi bagi para siswa. Melalui fasilitas tersebut, peserta didik dapat mempelajari secara langsung teknologi kendaraan listrik, mekanisme pengisian daya, hingga tata kelola layanan otomotif berbasis masa depan.
Ahmad Maftuhin menambahkan bahwa respons positif dari para pengguna menjadi dorongan tersendiri bagi pihak sekolah untuk konsisten menjaga mutu pelayanan. Pemeliharaan dan perawatan perangkat SPKLU rutin dilakukan agar fasilitas tetap aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat luas.
“Harapan kami, SPKLU ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ucap Ahmad Maftuhin.
Melalui pengoperasian SPKLU ini, SMK Muhammadiyah 2 Sleman bertekad untuk terus memperluas aksesibilitas pengisian daya kendaraan listrik sekaligus membuktikan peran aktif sekolah vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi modern. (Athiful/KIM Depok)


