Sleman – Di usianya yang telah menginjak 84 tahun, Suharno masih menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menggerakkan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kertomandiri Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Pengabdiannya yang berlangsung lebih dari enam dekade menjadi bukti nyata bahwa semangat melayani publik melalui penyebarluasan informasi tidak terhalang oleh usia.
Saat ditemui di Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (18/07/2026), Suharno mengisahkan perjalanan panjangnya yang dimulai sejak berusia 21 tahun. Kala itu, ia bergabung dengan Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa (Kelompencapir), yaitu program komunikasi desa yang mempertemukan pemerintah dengan kalangan petani dan nelayan melalui forum diskusi.
Seiring dinamika zaman dan perkembangan teknologi, Kelompencapir bertransformasi menjadi Kelompok Informasi dan Komunikasi Masyarakat (KIKM), yang kini lebih dikenal sebagai Komunitas Informasi Masyarakat (KIM). Suharno menekankan bahwa meski nama dan media terus berganti, fokus utama organisasi tersebut tetap konsisten.
“Peran KIM tetap sama, yaitu menyampaikan informasi pemerintah kepada masyarakat sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Yang berubah hanya cara dan medianya mengikuti perkembangan zaman,” ujar Suharno.
Sosok yang lahir dari keluarga polisi ini mencatatkan perbedaan tanggal lahir antara ijazah pada 5 September 1944 dan catatan keluarga pada 5 September 1942. Kendati demikian, hal tersebut tak menyurutkan langkahnya untuk terus mengabdi. Saat ini, Suharno dipercaya mengemban amanah sebagai Penasihat Forum Komunikasi KIM Daerah Istimewa Yogyakarta, Wakil Ketua Forum Komunikasi KIM Kabupaten Sleman, sekaligus Sekretaris KIM Kertomandiri.
Suharno menilai keberadaan KIM memiliki nilai strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan kebijakan hingga level tapak, sekaligus menjadi wadah untuk menampung suara warga.
“KIM mempunyai peranan penting bagi negara, nusa, dan bangsa. Pemerintah perlu memperhatikan KIM karena menjadi juru bicara pemerintah dalam menyampaikan aturan sekaligus membawa masukan dari masyarakat,” kata Suharno.
Kiprah konsisten KIM Kertomandiri yang kini beranggotakan sekitar 45 orang dan rutin menggelar pertemuan bulanan ini bahkan telah memikat perhatian luas. Kelompok yang bermarkas di lereng Gunung Merapi tersebut tercatat pernah dua kali menerima kunjungan dari Malaysia, serta menjadi destinasi studi banding dari Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah, hingga Kabupaten Gunungkidul.
Bagi Suharno, KIM bukan sekadar wadah pertukaran informasi, melainkan ruang partisipasi aktif dalam pembangunan daerah. Semangat pengabdian tanpa batas usia yang dipancarkan Suharno menjadi inspirasi berharga bagi penguatan literasi informasi masyarakat. (Athiful/KIM Depok)


