Sleman – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman menggelar pembinaan bagi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak. Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)” tersebut berlangsung di TKIT Muadz Bin Jabal, Padukuhan Blambangan, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (18/07/2026).
Agenda pembinaan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu (18/07/2026) hingga Minggu (19/07/2026), merupakan program pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sleman, Ali Imron. Program ini dirancang untuk membentengi tumbuh kembang anak sebagai aset masa depan bangsa melalui pelibatan aktif warga.
Kepala Tim Kerja Perlindungan Anak DP3AP2KB Kabupaten Sleman, Sri Wandansari Agustini, menjelaskan bahwa PATBM merupakan gerakan swadaya di tingkat kelompok warga yang dikoordinasikan untuk mencegah sekaligus menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap anak secara responsif.
“PATBM merupakan gerakan warga untuk berperan aktif dalam pencegahan dan mengedukasi keluarga mengenai pola asuh anak serta menciptakan lingkungan yang ramah anak. Memberikan pertolongan dengan cara menghubungkan korban dengan dinas terkait yang diharapkan bisa memberikan perlindungan, seperti Dinas Sosial atau kepolisian,” ujar Sri Wandansari Agustini.
Sri Wandansari Agustini turut menyoroti potensi bahaya penggunaan gawai atau smartphone tanpa pengawasan pada anak. Menurutnya, akses digital yang tidak terfilter berisiko memicu berbagai ancaman, seperti perundungan siber (cyberbullying), kekerasan seksual, hingga bahaya penipuan digital seperti judi online dan pinjaman online.
“Pemakaian ponsel pada anak harus didampingi oleh orang tua dan sebaiknya tidak dikunci. Orang tua sebaiknya memberikan pendampingan yang intensif dalam bermedia sosial,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sleman, Ali Imron, menyampaikan bahwa bidang perlindungan anak menjadi salah satu fokus kerja prioritas Komisi D yang membidangi kesejahteraan rakyat bersama mitra kerja terkait, termasuk DP3AP2KB.
“Perlindungan anak merupakan upaya penting dalam menjaga tumbuh kembang anak guna mempersiapkan generasi penerus bangsa. Oleh karena pentingnya kegiatan ini, maka mohon dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh peserta,” kata Ali Imron.
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, kegiatan pembinaan ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidang tumbuh kembang dan perlindungan anak, yaitu Nyadi Kasmoredjo selaku pemerhati anak terlantar, Arief Winarko dari Yayasan Anak Bumi, serta Prasena Nawa Santi selaku konsultan dan pemerhati anak. Melalui sinergi pemerintah, legislatif, dan elemen masyarakat, gerakan PATBM diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang aman dan inklusif bagi anak. (Kusnadi/KIM Berbah)


