Sleman – Puskesmas Prambanan bekerja sama dengan Posyandu Srikandi Padukuhan Potrojayan menggelar program Puskesmas Keliling dengan sistem jemput bola di serambi Masjid Al-Hidayah, Padukuhan Potrojayan, Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, pada Selasa (21/07/2026). Kegiatan pemeriksaan kesehatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini difokuskan untuk mendekatkan akses layanan medis dasar secara gratis kepada masyarakat setempat.
Bidan Desa Kalurahan Madurejo, Erny Gusmawati, menyampaikan bahwa program Puskesmas Keliling merupakan agenda berkala yang dijalankan minimal dua kali dalam setahun di seluruh padukuhan di wilayah Kapanewon Prambanan. Melalui program ini, warga mendapatkan berbagai layanan gratis seperti pemeriksaan tekanan darah, cek kadar gula darah, hingga konsultasi medis langsung.
“Kegiatan Puskesmas Keliling semacam ini dilakukan oleh Puskesmas Prambanan minimal dua kali dalam setahun di seluruh padukuhan di Kapanewon Prambanan untuk memastikan derajat kesehatan masyarakat terpantau dengan baik,” ujar Erny Gusmawati.
Sementara itu, Ketua Posyandu Padukuhan Potrojayan, Dwi Fariah, mencatat sebanyak 55 warga memanfaatkan layanan kesehatan jemput bola tersebut. Menurutnya, jumlah peserta relatif terbatas karena sebagian besar warga telah melakukan pemeriksaan secara mandiri di Puskesmas Pembantu (Pustu) maupun RSUD Prambanan yang lokasinya berdekatan dengan padukuhan.
Dukungan serupa disampaikan oleh Kepala Dukuh Potrojayan, Nova Kurniawan. Pihak padukuhan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Puskesmas Prambanan dalam menyelenggarakan Posyandu secara rutin dan berkala minimal enam bulan sekali demi menjaga kesehatan masyarakat sekitar.
Kemudahan akses ini mendapat respons positif dari warga setempat yang merasa lebih leluasa menyampaikan keluhan kesehatan karena dilayani oleh tenaga medis dan kader yang sudah mereka kenal dengan baik. Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kapanewon Prambanan berharap kesadaran warga dalam melakukan deteksi dini kesehatan dapat terus meningkat. (Harmaji/KIM Prambanan)


