Sleman – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan pentingnya penerapan pendidikan yang memanusiakan anak dengan menempatkan peserta didik sebagai agen perubahan. Arahan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja di SMP Bumi Cendekia, Kabupaten Sleman, pada Jumat (24/07/2026).
Dalam kesempatan itu, Fajar Riza Ul Haq menyoroti tantangan pengasuhan di era pesatnya perkembangan teknologi digital. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan penuh kepada pihak sekolah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dan pendampingan konsisten dari orang tua di rumah, khususnya dalam mengarahkan penggunaan gawai agar tidak memicu ketergantungan maupun gangguan kesehatan mental anak.
Guna mendukung terciptanya ekosistem belajar yang kondusif, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah. Regulasi ini dirancang untuk membangun kebiasaan belajar yang sehat serta menjamin lingkungan pendidikan yang berpihak pada tumbuh kembang terbaik anak.
“Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu melibatkan orang tua secara aktif dalam proses pendidikan. Ketika keluarga dan sekolah berjalan beriringan, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan karakter, kompetensi, dan kesejahteraan mereka,” ujar Fajar Riza Ul Haq.
Agenda pembekalan dan pengarahan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di Daerah Istimewa Yogyakarta, meliputi Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK), Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Kepala Balai Bahasa DIY, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.
Melalui sinergi yang makin solid antara pemerintah, satuan pendidikan, dan lingkungan keluarga, kebijakan ini diharapkan mampu menjamin layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas, sekaligus mencetak generasi muda Indonesia yang berkarakter unggul dan berdaya saing global. (Athiful/KIM Depok)


