Dinsos Sleman Bekali Pengurus KSB Sari Migunani Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Sleman – Pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) Sari Migunani Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, mengikuti pembekalan intensif di Kalurahan Sumbersari, Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Sosial Kabupaten Sleman tersebut ditujukan sebagai persiapan pengukuhan KSB ke-33 di Kabupaten Sleman.

Pengukuhan KSB Sari Migunani dijadwalkan dilakukan oleh Bupati atau Wakil Bupati Sleman pada Kamis (30/7/2026). Sebelum pengukuhan, para peserta juga akan mengikuti praktik lapangan pada Rabu (29/7/2026) sebagai bagian dari peningkatan kapasitas penanggulangan bencana.

Materi pertama disampaikan Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) DIY, Sumarno, dengan topik Direktori Penanggulangan Bencana. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa direktori penanggulangan bencana mencakup penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), roadmap, pemutakhiran data demografi, pemetaan potensi dan sumber daya alam, penguatan gardu sosial, serta pengembangan jejaring sosial dalam penanggulangan bencana.

Sumarno juga menjelaskan pentingnya konsep Pengurangan Risiko Bencana (PRB) sebagai pendekatan sistematis untuk mengenali, mengkaji, dan mengurangi risiko bencana.

“PRB adalah pendekatan sistematis untuk mengenal, mengamati, dan mengurangi risiko. Tujuannya mengurangi kerentanan sosial dan ekonomi terhadap bencana serta mengantisipasi ancaman lingkungan,” jelasnya.

Sumarno pun mendorong pengurus KSB menyusun peta risiko bencana di wilayah masing-masing. Penyusunan peta diawali dengan pemutakhiran data demografi yang diperoleh dari pemerintah kalurahan dan diklasifikasikan berdasarkan usia, jenis kelamin, serta kelompok rentan atau penyandang masalah kesejahteraan sosial. Data tersebut kemudian dipadukan dengan identifikasi wilayah rawan bencana berdasarkan riwayat kejadian maupun hasil pemetaan lapangan.

“Seluruh data tersebut kemudian dipadukan dengan masukan dari masyarakat untuk menghasilkan Peta Risiko dan Kerentanan Bencana yang menjadi dasar penyusunan langkah mitigasi,” ujarnya.

Melalui pembekalan ini, pengurus KSB Sari Migunani diharapkan memiliki kapasitas dalam menyusun dokumen kebencanaan, memetakan potensi risiko di wilayahnya, serta mampu bergerak cepat dan terkoordinasi dalam upaya mitigasi maupun penanganan bencana. (Giek / KIM Moyudan)

image_pdfimage_print
Bagikan: