Sarasehan Satlinmas Inti Trihanggo Antisipasi Penipuan Lewat Medsos dan Platform Digital

Sleman – Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) inti se-Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, memperkuat sinergi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa melalui sarasehan yang digelar di Padukuhan Jambon, Selasa malam (28/7/2026). Forum tersebut menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat kesiapsiagaan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat kewilayahan.

Sarasehan dinilai penting di tengah dinamika persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Satlinmas sebagai bagian dari unsur perlindungan masyarakat memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah kalurahan menciptakan kondisi lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. Peran tersebut semakin optimal ketika dibangun melalui koordinasi yang erat dengan unsur TNI dan Polri di tingkat kewilayahan.

Pertemuan yang dihadiri Bhabinkamtibmas Trihanggo, Aiptu Rusmanto dan Babinsa Trihanggo, Serda Beny Noverianto membahas permasalahan berbagai modus penipuan melalui media sosial (Medsos) dan platform digital, serta pemetaan berbagai potensi kerawanan yang dapat muncul di lingkungan masyarakat.

Menurut Aiptu Rusmanto Pembahasan mengenai penipuan di dunia maya dinilai relevan karena perkembangan teknologi informasi telah membuka ruang bagi pelaku kejahatan untuk menggunakan berbagai platform digital dalam menjalankan aksinya. Modus yang digunakan pun semakin beragam, mulai dari pesan atau akun palsu, penyamaran sebagai pihak tertentu, hingga upaya membangun kepercayaan korban sebelum meminta data pribadi maupun sejumlah uang.

Dalam forum tersebut, Aiptu Rusmanto menekankan perlunya memperkuat kewaspadaan masyarakat. Satlinmas sebagai unsur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat kewilayahan diharapkan dapat ikut membantu menyebarluaskan informasi mengenai potensi penipuan digital sekaligus mendorong warga agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang diterima melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

“Masyarakat harus terbiasa melakukan verifikasi sebelum merespons pesan atau informasi yang mencurigakan. Setiap permintaan data pribadi, kode keamanan, transfer uang, maupun tautan yang tidak dikenal perlu dicermati secara hati-hati. Langkah sederhana ini sebagai upaya agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan berbasis digital,” tandasnya di hadapan puluhan satlinmas.

Sementara itu, Serda Beny Noverianto mengajak satlinmas memetakan berbagai potensi kerawanan yang dapat muncul di lingkungan masyarakat. Pemetaan dilakukan dengan memperhatikan perkembangan situasi di masing-masing wilayah sehingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat diantisipasi sejak dini.

Ia menyoroti pentingnya pendekatan deteksi dini karena berbagai persoalan sosial dan keamanan sering kali bermula dari gejala atau informasi yang dianggap sepele. Dengan komunikasi yang aktif antara Satlinmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah kalurahan dan masyarakat, maka potensi kerawanan diharapkan dapat segera dikenali dan ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Informasi yang diperoleh dari masyarakat dapat menjadi bahan untuk menentukan langkah pencegahan, sementara Satlinmas dapat berperan membantu menyampaikan informasi kepada aparat keamanan teritorial dan meningkatkan kewaspadaan warga di lingkungan masing-masing,” terang Serda Beny.

Sinergi Satlinmas dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa menjadi salah satu kunci dalam membangun sistem keamanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Ketiganya dapat saling mendukung dalam melakukan deteksi dini, menyampaikan informasi kewilayahan, serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan secara persuasif sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban yang lebih besar. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: