Latsar Bela Negara Tanamkan Nilai Kebangsaan Hadapi Ancaman Nonmiliter

Sleman – Semangat bela negara tidak lagi hanya dimaknai sebagai kesiapan mempertahankan kedaulatan melalui kekuatan fisik, tetapi juga diwujudkan dalam kemampuan menghadapi berbagai tantangan global yang berkembang pesat. Pesan tersebut mengemuka dalam hari ketiga Latihan Dasar (Latsar) Bela Negara yang diselenggarakan di Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Fika Chusnul Chotimah, melalui program Pokok-Pokok Pikiran menghadirkan Fasilitator Bela Negara, Syaiful Rahman, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Syaiful menjelaskan bahwa bela negara pada era globalisasi mencakup kemampuan menghadapi berbagai ancaman nonmiliter, seperti perang informasi, ekonomi, budaya, siber, ideologi, hingga perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

“Perubahan teknologi membawa peluang sekaligus ancaman. Globalisasi tidak bisa dihindari, tetapi dapat dimanfaatkan sekaligus diwaspadai,” ujarnya di hadapan peserta,” ujarnya.

Syaiful menjelaskan bahwa implementasi bela negara tetap berpijak pada lima nilai dasar, yakni cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara.

“Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting bagi masyarakat untuk tetap tangguh menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” tandasnya.

Di akhir sesi, peserta diajak melakukan refleksi bahwa bela negara sejatinya dimulai dari diri sendiri. Refleksi itu diwujudkan melalui sikap jujur dalam menilai diri serta kemauan untuk terus berbenah, seperti menjaga persatuan, bijak menggunakan media sosial, menghormati perbedaan, mencintai produk dalam negeri, aktif membangun masyarakat, dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah berharap pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai bela negara semakin kuat sehingga mampu menjadi benteng menghadapi berbagai tantangan global sekaligus memperkokoh persatuan dan ketahanan bangsa. (Andy Ahmad Akbar / KIM Ngaglik)

image_pdfimage_print
Bagikan: