PLUT Sleman Dorong UMKM Perkuat Daya Saing Lewat Logo dan Identitas Visual

Sleman – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sleman didorong untuk tidak memandang logo sekadar sebagai hiasan atau gambar pada kemasan produk. Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) menegaskan bahwa logo merupakan identitas visual strategis yang berperan penting dalam membangun citra, memperkuat branding, serta memikat kepercayaan konsumen di tengah ketatnya persaingan pasar digital.

Hal tersebut dipaparkan oleh Konsultan PLUT Kabupaten Sleman Bidang Sumber Daya Manusia, Rahmat Sudrajat, saat memberikan pelatihan pembuatan logo bagi para pelaku UMKM di Gedung PLUT Sleman, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Jumat (31/07/2026).

Dalam pelatihan tersebut, Rahmat Sudrajat menekankan bahwa pesatnya perkembangan pemasaran digital menuntut setiap produk UMKM memiliki ciri khas visual yang kuat dan mudah diingat agar tidak tenggelam di antara produk sejenis.

“Logo itu menjadi identitas usaha. Ketika konsumen melihat logo, mereka diharapkan langsung teringat pada produk dan usaha yang kita dimiliki. Logo yang baik tidak harus rumit, justru harus sederhana, mudah dikenali, mudah diingat, serta memiliki karakter yang sesuai dengan usaha,” ujar Rahmat Sudrajat.

Ia menjelaskan bahwa perancangan logo harus memperhitungkan keselarasan antara filosofi bisnis, elemen warna, bentuk, tipografi, hingga target pasar. Berbagai tipe logo, seperti wordmark, monogram, simbol abstrak, hingga maskot, harus diterapkan secara konsisten pada kemasan, spanduk, katalog, maupun media sosial.

“Jangan sampai produknya bagus, tetapi identitas usahanya tidak jelas. Logo menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun kepercayaan konsumen. Ketika identitasnya kuat dan konsisten, usaha akan terlihat lebih profesional,” kata Rahmat Sudrajat.

Melalui pembekalan ini, para pelaku UMKM di Kabupaten Sleman diharapkan tidak hanya menguasai teknis pembuatan desain, tetapi juga memahami strategi membangun merek secara berkelanjutan demi memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: