Antisipasi Dampak Kekeringan El Nino, PMI DIY Luncurkan Program “Siaga Tirto Aji”

Sleman – Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) bersama PMI Kabupaten dan Kota se-DIY menyiagakan enam armada truk tangki air bersih melalui program bertajuk “Siaga Tirto Aji”. Langkah cepat ini disiagakan untuk merespons ancaman dan dampak kekeringan akibat fenomena El Nino yang menerjang sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program “Siaga Tirto Aji” dikukuhkan langsung di Markas PMI DIY, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (01/08/2026). Langkah tanggap darurat ini menjadikan DIY sebagai salah satu dari 10 provinsi prioritas dalam Operasi Kemanusiaan Bencana Kekeringan Akibat El Nino Tahun 2026, yang didukung penuh oleh PMI Pusat melalui Disaster Response Emergency Fund (DREF) – International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC).

Ketua PMI DIY, Prabukusumo, memaparkan bahwa pendistribusian air bersih sebenarnya telah berjalan secara bertahap di titik-titik krusial yang mengalami krisis air.

“PMI DIY melalui PMI Kabupaten Bantul sudah mendistribusikan air bersih sejak 29 Mei sampai saat ini sejumlah 149.000 liter menjangkau 4.051 jiwa penerima manfaat. Dengan mengerahkan armada dua truk tangki menyasar empat kapanewon, di Bantul yakni Kapanewon Kasihan, Dlingo, dan Pajangan ditambah Kapanewon Panggang di Gunungkidul,” ujar Prabukusumo pada Sabtu (01/08/2026).

Selain memperluas jangkauan pembagian air bersih ke wilayah terdampak di Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul, PMI DIY juga menggiatkan edukasi penggunaan air secara bijak serta promosi kesehatan bagi warga setempat.

Prabukusumo menggarisbawahi pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dan membuka ruang donasi publik melalui rekening resmi penanggulangan bencana PMI DIY mulai Agustus hingga November 2026.

“PMI DIY berkomitmen menjadi bagian solusi dalam merespons dampak kekeringan dan berharap program ini akan menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat yang membutuhkan. Kata kuncinya adalah kolaborasi dari berbagai sektor baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat,” tutur Prabukusumo.

Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran PMI diajak untuk terus mengharmoniskan langkah bersama pemerintah dan mitra kerja sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan demi meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan secara optimal. (Kusnadi/KIM Berbah)

image_pdfimage_print
Bagikan: