Inovasi Pembelajaran ABK, Balai Tekkomdik DIY Kenalkan Permainan Digital Berbasis AI

Sleman – Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Daerah Istimewa Yogyakarta memperkenalkan media pembelajaran berbasis permainan digital (game) interaktif berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi siswa berkebutuhan khusus. Demonstrasi perangkat virtual ini diselenggarakan di SLB ABCD Tunas Kasih Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Selasa (04/08/2026), bertepatan dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis Mobile Learning Services (MLS).

Perangkat permainan digital interaktif tersebut dirancang khusus untuk mengasah konsentrasi, kemampuan merespons instruksi, serta meningkatkan kemandirian anak dengan spektrum autisme maupun tunagrahita melalui stimulasi visual dan gerakan fisik.

Pendamping siswa dari Seksi Pengembangan dan Produksi Balai Tekkomdik DIY, Yoki Surya, memaparkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sejak 2019 hingga 2024 ini menghadirkan simulasi aktivitas harian yang dekat dengan kehidupan anak.

“Pada tahap awal siswa dilatih untuk berkonsentrasi melalui aktivitas fisik dan permainan yang mengharuskan mereka mendengarkan serta mengikuti instruksi sesuai perintah dalam game. Latihan ini jika dilakukan secara berulang maka kemampuan, fokus, dan respons siswa terus meningkat. Media game ini dibuat untuk menarik minat anak belajar. Ketika anak merasa senang bermain, proses pembelajaran menjadi lebih mudah diterima,” ujar Yoki Surya pada Selasa (04/08/2026).

Yoki menjelaskan, simulasi interaktif yang dihadirkan mencakup latihan kemandirian diri seperti rutinitas bangun tidur, mandi, menggosok gigi, hingga persiapan berangkat sekolah. Selain itu, terdapat pula simulasi berbelanja mandiri di toko serta edukasi keselamatan berlalu lintas seperti tata cara menyeberang jalan dan naik kendaraan umum.

Media digital yang dikembangkan atas kerja sama Balai Tekkomdik DIY dengan Pusat Layanan Autis serta Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini terbukti menunjukkan perkembangan positif bagi kemampuan siswa dalam uji coba di sejumlah sekolah.

Balai Tekkomdik DIY pun membuka kesempatan luas bagi sekolah-sekolah luar biasa di wilayah DIY untuk memanfaatkan perangkat interaktif ini maupun mengajak para siswa berkunjung dan berlatih secara langsung di Balai Tekkomdik. Ke depan, Tekkomdik DIY berkomitmen untuk terus mengembangkan media pembelajaran digital yang inovatif guna mendukung kesetaraan kualitas pendidikan inklusif. (Endarwati/KIM Donoharjo)

image_pdfimage_print
Bagikan: