Doa Bersama dan Tabur Bunga Awali Rangkaian Merti Kalurahan Sumberrejo 2026

Sleman – Tradisi penghormatan kepada para pendahulu menjadi pembuka rangkaian Merti Kalurahan Sumberrejo 2026 yang mengusung tema “Kanthi Merti Kalurahan Sumberrejo Memetri Lestarine Budaya”. Kegiatan diawali dengan tahlil dan doa bersama di Aula Kalurahan Sumberrejo, Jumat (7/8/2026), sebelum dilanjutkan prosesi tabur bunga di makam para mantan pamong kalurahan.

Kegiatan yang dipimpin Sumaryanto tersebut diikuti Lurah Sumberrejo, Anjar Purwanto beserta seluruh pamong Kalurahan Sumberrejo. Doa bersama dilaksanakan sebagai ungkapan syukur sekaligus memohon kelancaran rangkaian Merti Kalurahan yang akan berlangsung pada 7–9 Agustus 2026.

Usai doa bersama, rombongan melaksanakan ziarah dan tabur bunga di kompleks Makam Gendol Kulon dan Makam Semawung. Prosesi dilakukan di sekitar 22 makam mantan pamong Kalurahan Sumberrejo, yang semasa hidupnya mengemban amanah sebagai lurah, carik, jagabaya, kaur kesejahteraan, maupun dukuh.

Penghormatan juga diberikan kepada tiga mantan lurah Sumberrejo, yakni Hadi Sumitro, Tugiman, dan Supardjo. Kehadiran Lurah Sumberrejo saat ini, Anjar Purwanto, sebagai lurah keempat menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan sekaligus penghargaan terhadap sejarah pemerintahan kalurahan.

Sumaryanto mengatakan, tradisi ini tidak hanya bertujuan mengenang para pendahulu, tetapi juga meneladani semangat pengabdian yang telah mereka wariskan.

“Melalui doa dan tabur bunga, kita mengenang jasa para pendahulu sekaligus menyadari bahwa kemajuan yang dirasakan saat ini merupakan hasil pengabdian mereka. Semangat itulah yang harus terus dilanjutkan oleh generasi sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya diwujudkan melalui pentas seni atau kirab budaya, tetapi juga dengan menjaga nilai-nilai penghormatan terhadap sejarah dan para tokoh yang telah berjasa membangun kalurahan.

Melalui doa bersama dan tabur bunga, Merti Kalurahan Sumberrejo diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan, menghormati sejarah, serta menumbuhkan semangat pengabdian dalam membangun masyarakat yang berakar pada budaya dan siap menghadapi masa depan.  (SBD /KIM TEMPEL)

image_pdfimage_print
Bagikan: