Dosen UNY Raih Best Presenter International Physics Conference 2026

Sleman – Dosen Departemen Pendidikan Fisika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Tsania Nur Diyana, berhasil meraih penghargaan sebagai Best Presenter dalam ajang International Physics Conference 2026 yang diselenggarakan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (08/08/2026).

Prestasi internasional tersebut diraih usai Tsania mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul The Physics Learning Anxiety Scale (PLAS): Instrument Validation and Structural Analysis of Classroom-Based Factors. Riset ini meneliti fenomena kecemasan belajar fisika di kalangan siswa sekolah menengah yang kerap berdampak pada konsentrasi, regulasi diri, hingga capaian prestasi akademik.

Penelitian yang melibatkan 300 siswa berusia 15–18 tahun dari tujuh wilayah di Indonesia ini menghasilkan sebuah instrumen ukur khusus yang dinamakan Physics Learning Anxiety Scale (PLAS). Instrumen ini memuat 23 butir indikator guna memetakan kecemasan belajar berdasarkan empat dimensi utama, yakni lingkungan belajar, metode pengajaran, interaksi dengan guru, serta hubungan dengan teman sebaya.

Tsania Nur Diyana menjelaskan bahwa penelitian tersebut menegaskan pentingnya menciptakan ekosistem pembelajaran sains yang aman secara psikologis di dalam ruang kelas.

“Penelitian ini melihat bahwa kecemasan belajar fisika tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi lingkungan belajar, metode mengajar, serta interaksi sosial di dalam kelas. Temuan tersebut menegaskan bahwa pembelajaran fisika tidak cukup hanya bertumpu pada penguasaan materi. Kondisi kelas yang aman secara psikologis, metode pembelajaran yang mudah dipahami, komunikasi guru dengan siswa, serta hubungan antarteman turut menentukan pengalaman belajar peserta didik,” ujar Tsania Nur Diyana pada Sabtu (08/08/2026).

Instrumen PLAS yang dikembangkan ini diproyeksikan menjadi alat diagnostik bagi para pendidik dan pemangku kebijakan, termasuk di Kabupaten Sleman, untuk mendeteksi potensi hambatan psikologis siswa sejak dini. Melalui pendekatan berbasis data ini, sekolah diharapkan mampu merancang strategi pembelajaran sains yang ramah, adaptif, serta mendukung tumbuh kembang potensi peserta didik secara holistik. (Athiful/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: