Kemenag Sleman Perkuat Ekoteologi melalui Program Calon Pengantin Peduli Lingkungan

Sleman – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman terus memperkuat pelaksanaan program Calon Pengantin Peduli Lingkungan (Caping) sebagai bagian dari penguatan ekoteologi. Salah satu pelaksanaan program tersebut berlangsung di KUA Depok Sleman, Rabu (12/8/2026).

Program Caping menjadi langkah konkret Kemenag Sleman dalam mendukung ekoteologi yang termasuk dalam program prioritas Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia. Melalui program tersebut, Kemenag Sleman mendorong calon pengantin membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak awal membentuk keluarga.

Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Depok Sleman, Sunhaji mengatakan Caping mengajak calon pengantin memahami bahwa nilai-nilai spiritual tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui kepedulian dan tindakan nyata dalam menjaga kelestarian alam.

“Melalui pendekatan Caping, calon pengantin tidak hanya memperoleh pembekalan untuk membangun keluarga sakinah, tetapi juga didorong memiliki tanggung jawab sosial terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Kemenag Sleman mengintegrasikan program Caping dengan layanan bimbingan perkawinan. Calon pengantin memperoleh edukasi ekoteologi untuk memahami bahwa menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan.

Program tersebut juga mendorong calon pengantin berkontribusi secara sukarela melalui wakaf bibit pohon atau tanaman. Bibit yang terkumpul selanjutnya dapat didistribusikan kepada pihak yang membutuhkan maupun ditanam di lokasi yang memerlukan penghijauan.

“Kemenag Sleman juga mengembangkan jejaring kolaborasi agar manfaat program dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sunhaji menambahkan, penguatan ekoteologi menjadi bagian dari kebijakan Kementerian Agama dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Kemenag Sleman menerjemahkan kebijakan tersebut melalui kegiatan yang menyentuh langsung keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan masyarakat.

“Kami ingin nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan tumbuh sejak awal rumah tangga dibentuk. Keluarga yang harmonis seharusnya juga mampu membangun hubungan yang selaras dengan lingkungan di sekitarnya,” katanya.

Untuk memperluas partisipasi masyarakat, Kemenag Sleman terus menyosialisasikan program Caping melalui kegiatan bimbingan tatap muka di KUA, publikasi kreatif pada kanal media sosial resmi, serta pendekatan persuasif para penyuluh agama di tengah masyarakat.

Melalui penguatan program Caping, Kemenag Sleman berupaya menghadirkan layanan kepada calon pengantin yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan keluarga sakinah, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis.

“Kepedulian terhadap lingkungan yang tumbuh sejak awal kehidupan berumah tangga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian lingkungan di Bumi Sembada,” tegasnya. (Athiful/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: