Sleman – Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) SMK Muhammadiyah 2 Sleman terus melayani kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik masyarakat.
Pemanfaatan fasilitas tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan pengguna terhadap infrastruktur pendukung kendaraan listrik di Kabupaten Sleman.
Kepala SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Ahmad Maftuhin, mengatakan masyarakat dari berbagai wilayah telah memanfaatkan SPKLU yang terbuka untuk umum tersebut.
Keberadaan fasilitas pengisian cepat serta lokasi yang mudah dijangkau menjadi salah satu pendukung pemanfaatannya.
“Pengguna kendaraan listrik yang memanfaatkan SPKLU terus bertambah. Kondisi ini menunjukkan bahwa fasilitas pengisian daya semakin dibutuhkan seiring berkembangnya penggunaan kendaraan listrik,” ujarnya, Jumat (14/8/2026).
SPKLU SMK Muhammadiyah 2 Sleman menggunakan teknologi fast charging berkapasitas 50 kW DC. Teknologi tersebut memungkinkan proses pengisian daya berlangsung lebih cepat dibandingkan sistem pengisian konvensional sehingga membantu pengguna menghemat waktu.
Menurutnya, layanan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.
Sekolah sekaligus memanfaatkan keberadaan SPKLU sebagai sarana pembelajaran bagi peserta didik. Siswa dapat mengenal perkembangan teknologi kendaraan listrik, sistem pengisian daya, hingga pengelolaan fasilitas yang berkaitan dengan kebutuhan industri otomotif.
Fungsi tersebut dinilai relevan dengan pendidikan vokasi yang perlu mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Peserta didik diharapkan memperoleh wawasan mengenai teknologi yang semakin banyak digunakan dalam industri transportasi.
“SMK Muhammadiyah 2 Sleman juga melakukan perawatan fasilitas secara berkala untuk menjaga keamanan dan keandalan layanan,” katanya.
Menurutnya, layanan tersebut diperlukan agar masyarakat dapat menggunakan SPKLU secara nyaman sekaligus menjaga performa perangkat pengisian daya.
“Kami berharap fasilitas ini terus memberikan manfaat bagi pengguna kendaraan listrik sekaligus menjadi media pembelajaran bagi siswa untuk mengenal teknologi otomotif yang terus berkembang,” katanya.
Melalui pengoperasian SPKLU, SMK Muhammadiyah 2 Sleman turut memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pengisian kendaraan listrik sekaligus memperkuat peran sekolah vokasi dalam merespons perkembangan teknologi dan kebutuhan transportasi masa depan. (Athiful/KIM Depok)


