Sleman – Antusiasme masyarakat Kalurahan Donoharjo dalam memanfaatkan layanan kependudukan digital menunjukkan tren positif. Sebanyak 470 warga mengikuti pelayanan jemput bola Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang digelar Pemerintah Kalurahan Donoharjo, Kamis (13/8/2026).
Pelayanan tersebut melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman untuk aktivasi IKD serta Dinas Sosial Kabupaten Sleman untuk layanan Perlinsos.
Kegiatan jemput bola tersebut merupakan tindak lanjut sosialisasi IKD sekaligus upaya mempercepat kepemilikan IKD di Donoharjo yang saat ini mencapai 22,5 persen. Jumlah peserta pada hari pertama juga melampaui target 400 pendaftar. Pelayanan selanjutnya ditargetkan menjangkau 350 warga pada hari kedua.
Kaur Tatalaksana Kalurahan Donoharjo, Pandoyo mengapresiasi antusiasme masyarakat. Menurutnya, tingginya partisipasi warga menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran terhadap pentingnya identitas kependudukan digital.
“Capaian pada hari pertama ini sangat menggembirakan. Ini menandakan bahwa antusiasme dan kesadaran masyarakat untuk beralih ke identitas digital sudah mulai tumbuh. Mereka menyadari pentingnya memiliki dokumen kependudukan yang terintegrasi,” kata Pandoyo.
Ia mengatakan, IKD diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan administrasi dan pelayanan publik.
“Dengan memiliki identitas digital di ponsel pintar masing-masing, ke depannya seluruh urusan administrasi akan jauh lebih praktis dan efisien. Warga tidak perlu lagi berulang kali memfotokopi KTP fisik setiap kali mengurus dokumen kependudukan atau pelayanan publik lainnya,” imbuhnya.
Pandoyo juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan keamanan data pribadi selama proses aktivasi. Ia menegaskan bahwa aktivasi IKD dilakukan secara resmi oleh petugas Disdukcapil dan tidak dipungut biaya.
“Kami perlu tegaskan kembali kepada seluruh masyarakat bahwa proses aktivasi akun IKD ini 100 persen gratis tanpa pemungutan biaya apa pun. Selain itu, proses aktivasi ini hanya bisa dilakukan oleh petugas resmi Disdukcapil,” tegasnya.
Pelayanan tersebut turut ditinjau langsung Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid yang melihat proses pelayanan dan interaksi petugas dengan masyarakat.
Salah seorang warga, Sayem mengaku terbantu dengan adanya layanan jemput bola. Ia sempat khawatir proses aktivasi akan sulit karena faktor usia, namun ternyata prosesnya cukup sederhana.
“Ternyata tidak susah sama sekali. Saya cuma membawa KTP fisik dan ponsel. Begitu datang, ada petugas dan agen yang ramah mengarahkan untuk mengunduh aplikasi IKD. Setelah itu langsung diverifikasi dan diaktivasi oleh petugas Disdukcapil, lalu diberikan PIN IKD. Sangat cepat dan tidak membingungkan,” tuturnya.
Pemerintah Kalurahan Donoharjo berharap tingginya partisipasi masyarakat pada hari pertama dapat terus berlanjut sehingga kepemilikan IKD meningkat dan transformasi layanan publik berbasis digital di Kabupaten Sleman semakin cepat. (Upik Wahyuni KIM Donoharjo Ngaglik)


