Sleman – Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Lidya Agustina Kristanti, melakukan pendataan terhadap pelaku usaha sebagai bagian dari Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS).
Lidya menjelaskan, sensus tersebut mencakup seluruh pelaku usaha, baik sektor pertanian maupun nonpertanian, perseorangan maupun badan usaha. Pendataan menyasar usaha daring, usaha rumahan, pertokoan, hingga perusahaan besar.
“Semua pelaku usaha menjadi sasaran pendataan agar Sensus Ekonomi 2026 dapat memberikan gambaran perekonomian secara menyeluruh,” katanya, Jumat (14/8/2026).
Petugas juga mendata setiap keluarga untuk mengidentifikasi kegiatan usaha yang berlangsung di rumah tangga sekaligus memutakhirkan data ekonomi keluarga.
Menurut Lidya, pendataan rumah tangga penting karena banyak kegiatan ekonomi berkembang dari rumah, termasuk usaha mikro dan usaha berbasis digital yang tidak selalu memiliki tempat usaha khusus.
Sensus Ekonomi dilaksanakan BPS setiap 10 tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka enam. Pada 2026, pendataan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus.
“Hasil sensus akan mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan strategis, memotret tren perekonomian terkini, serta membantu pelaku usaha mengenali peluang dan tantangan bisnis,” ujarnya.
Lidya menjelaskan bagi Kabupaten Sleman, data yang akurat diharapkan mendukung penyusunan kebijakan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan.
Ia berharap masyarakat dan pelaku usaha memberikan data secara lengkap agar Sensus Ekonomi 2026 menghasilkan informasi yang valid dan bermanfaat bagi pemerintah, pelaku usaha, serta perencanaan pembangunan. (Athiful/KIM Depok)


