AMM Banyuraden Perkuat Civic Engagement Berbasis Demokrasi dan Nilai Islam

Sleman – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Banyuraden menggelar kegiatan penguatan keterlibatan warga negara (civic engagement) bagi generasi muda di Gedung Muhammadiyah Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Jumat (14/08/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperdalam pemahaman para pemuda mengenai pentingnya partisipasi aktif dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan kemasyarakatan. Forum ini menekankan integrasi antara nilai-nilai demokrasi dan prinsip keislaman guna membentuk kepemimpinan generasi muda yang kritis, bertanggung jawab, serta peduli terhadap persoalan di lingkungan sekitar.

Hadir sebagai narasumber utama, Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Abdurrahman Darojat, memaparkan bahwa keberlanjutan demokrasi sangat bergantung pada keterlibatan nyata warga negara dalam menyelesaikan berbagai tantangan sosial.

“Civic engagement perlu terus diperkuat karena demokrasi tidak hanya berkaitan dengan proses politik, tetapi juga membutuhkan keterlibatan warga dalam menyelesaikan persoalan yang ada di lingkungan masyarakat,” ujar Abdurrahman Darojat pada Jumat (14/08/2026).

Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai keislaman seperti kepedulian sosial, keadilan, musyawarah, dan keutamaan menghadirkan kemaslahatan bersama dapat berjalan selaras dengan prinsip-prinsip demokrasi modern.

“Nilai demokrasi dan nilai keislaman dapat berjalan beriringan ketika keterlibatan masyarakat diarahkan untuk membangun kehidupan yang adil, saling menghormati, dan memberikan kemanfaatan bersama,” tambah Abdurrahman Darojat.

Melalui penguatan ini, AMM Banyuraden diharapkan dapat terus menjadi wadah inkubasi bagi kader-kader muda Muhammadiyah di Kabupaten Sleman dalam melatih jiwa kepemimpinan, merawat budaya musyawarah, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. (Athiful/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: