Metode Jemput Bola Mudahkan Pendataan Perlinsos di Donoharjo

Sleman – Pemerintah Kalurahan Donoharjo bersama Dinas Sosial Kabupaten Sleman menggelar layanan jemput bola Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital hari kedua di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Jumat (14/08/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sehari pascakunjungan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, guna menindaklanjuti uji coba transformasi pelayanan publik berbasis digital. Penyelenggaraan layanan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mendaftarkan diri maupun memverifikasi status bantuan sosial secara cepat, transparan, dan akuntabel.

Pelaksanaan verifikasi data berlangsung efisien dengan memangkas alur birokrasi konvensional. Warga cukup membawa KTP, telepon seluler berbasis Android, dan ID pelanggan PLN untuk menjalani proses pencocokan data serta validasi foto wajah secara digital.

Kamituwa Kalurahan Donoharjo, Dani Prasetyo, mengapresiasi kesiapan petugas dan efisiensi sistem yang mampu melayani setiap warga hanya dalam kurun waktu sekitar lima menit.

“Rata-rata masyarakat hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk menyelesaikan proses pelayanan. Hal ini membuktikan bahwa kesiapan petugas maupun sistem sudah sesuai dengan harapan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang sehari sebelumnya menyaksikan langsung pelaksanaan uji coba Perlinsos Digital di Kabupaten Sleman,” ujar Dani Prasetyo pada Jumat (14/08/2026).

Dani menambahkan bahwa sistem digitalisasi ini telah mencakup verifikasi Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang ke depannya akan diperluas untuk subsidi listrik, LPG, dan bantuan pendidikan.

Kemudahan alur pendaftaran tersebut turut dirasakan oleh salah seorang warga penerima layanan, Waluyo, yang merasa terbantu dengan pemangkasan persyaratan administrasi.

“Kalau dulu harus membawa banyak berkas fotokopi untuk mengurus bantuan sosial, sekarang tidak perlu lagi. Cukup membawa KTP, HP Android, dan ID PLN, prosesnya cepat karena dibantu langsung oleh petugas,” kata Waluyo.

Pemerintah Kalurahan Donoharjo mengimbau warga yang belum sempat hadir agar tidak khawatir, sebab pendampingan pendaftaran mandiri akan tetap dibuka melalui agen dan petugas resmi di setiap padukuhan. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)

image_pdfimage_print
Bagikan: