Sleman, – Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin mengatakan sebanyak 1.356 personel Polri dan TNI akan digeser ke 2.390 TPS. Hal ini dikatakan Ihsan Amin usai mengikuti Apel Penggeseran Pasukan (Serpas) di Lapangan Denggung, Selasa (8/4).
“Perkuatan dengan memperhatikan pola kerawanan,” katanya, dan menambahkan, untuk pengamanan Pemilu, Polres Sleman melakukan pergeseran pasukan. “Kami mulai menempatkan personel ke TPS-TPS,” katanya.
Menurut Kapolres, dari 2.390 TPS setidaknya ada 16 titik yang diindikasikan rawan. “Rawan ini karena suasana kamtibmas, atau yang kurang begitu terjangkau dan di lokasi yang berdekatan dengan kampus serta yang pada masa kampanye kemarin terjadi pergesekan,” katanya.
Dandim 0732/Sleman Letkol Inf Bambang Yudhi menambahkan, personel TNI tidak berada di lokasi TPS, tetapi melakukan pengawasan di luar TPS. Pada kesempatan itu, Dandim menegaskan seluruh anggota TNI tetap netral.
Menurut Dandim, personel yang dikerahkan dua SST serta ada dukungan yang disiagakan di Batalyon 403/Wirasada Pratista. “Kami di luar TPS. Intinya kami memantau di luar. Yang di dalam rekan-rekan Polri,” ujarnya.
Bambang Yudhi mengemukakan, tiap-tiap TPS akan diawasi oleh seorang anggota TNI yang melakukan pengawasan. “Sama, yang ada di TPS rawan atau tidak,” katanya.
Apel Serpas itu sendiri dipimpin oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI. Dalam amanatnya, Sri Purnomo mengajak seluruh masyakarat menggunakan hak pilihnya dengan baik.
Di sisi lain, Bupati berpesan agar petugas yang melakukan pengamanan agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, sehingga pelaksanaan Pemilu ini aman dan kondusif. Apel Serpas diakhiri dengan pembacaan asmaul husna bersama-sama.


