Sleman – Kiprah Muhammad Nizar Nayaruddin di dunia futsal nasional menunjukkan bagaimana lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang tumbuh bagi atlet berprestasi. Alumni Program Studi Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu kini menjadi salah satu penjaga gawang Tim Nasional Futsal Indonesia setelah menapaki perjalanan panjang sejak aktif di UKM Futsal UNY.
Bagi Nizar, UNY bukan sekadar tempat menempuh pendidikan. Kampus tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya ketika ia mulai menekuni futsal secara lebih serius setelah sebelumnya aktif bermain sepak bola sejak usia sekolah.
“Awalnya saya hanya ingin mencoba kegiatan di luar perkuliahan. Seiring waktu, saya menemukan passion yang besar di futsal. Dari kampus inilah saya mulai belajar dan berkembang hingga akhirnya mendapat kesempatan bermain di level yang lebih tinggi,” katanya, Selasa (18/8/2026).
Bersama UKM Futsal UNY, Nizar mengasah kemampuan sebagai penjaga gawang sekaligus mengikuti berbagai kompetisi antarmahasiswa. Lingkungan latihan dan persaingan yang kompetitif mendorongnya meningkatkan kualitas permainan hingga menarik perhatian klub profesional.
Kesempatan tersebut datang pada 2018 saat Nizar bergabung dengan Vamos FC Mataram. Pengalaman bermain di level profesional kemudian membuka jalan menuju Tim Nasional Futsal Indonesia pada 2019.
Perjalanannya bersama tim nasional menghasilkan sejumlah pencapaian. Nizar menjadi bagian dari skuad Indonesia yang menjuarai Kejuaraan Futsal AFF 2024. Pada Piala Asia Futsal AFC 2026, ia kembali memperkuat Indonesia hingga meraih posisi runner-up, capaian terbaik Indonesia dalam turnamen tersebut.
Saat ini, Nizar memperkuat Pangsuma FC Kalimantan Barat. Di tengah aktivitas sebagai atlet profesional, ia tetap melanjutkan pendidikan pada jenjang magister di UNY. Menurutnya, prestasi olahraga dan pendidikan dapat berjalan beriringan apabila atlet mampu mengatur prioritas dan menjaga komitmen.
“Menjadi atlet profesional bukan alasan untuk meninggalkan pendidikan. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Saya bersyukur UNY memberikan ruang bagi mahasiswa atlet untuk berkembang secara akademik maupun olahraga,” ujarnya.
Pengalaman tersebut membentuk harapannya agar UNY terus memperkuat ekosistem pendidikan olahraga. Ia menilai dukungan kampus penting untuk melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga memiliki dasar akademik yang kuat.
“UNY memiliki ekosistem yang baik untuk mencetak atlet sekaligus akademisi. Saya berharap semakin banyak generasi baru yang lahir dari kampus ini dan mampu membawa nama Indonesia ke tingkat internasional,” katanya.
Kiprah Nizar dari lapangan kampus di Kabupaten Sleman hingga membela Indonesia pada kompetisi Asia menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi mahasiswa. Perjalanan tersebut juga memperlihatkan bahwa pembinaan olahraga, pendidikan, dan konsistensi dapat berjalan bersama dalam membentuk atlet berprestasi. (Athiful/KIM Depok)


