Sleman – Semangat melestarikan olahraga tradisional kembali digelorakan di Kapanewon Moyudan. Komite Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Moyudan menggelar technical meeting pertandingan gobak sodor di Ruang Abhinaya Kapanewon Moyudan, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ketua tim dari 30 Kelompok Wanita Tani (KWT) peserta untuk memahami tata cara dan peraturan pertandingan. Lomba gobak sodor dijadwalkan berlangsung Sabtu (22/8/2026) di Lapangan Sumbersari.
Panewu Moyudan, Muhammad Arif Rahman mengapresiasi penyelenggaraan lomba gobak sodor antarkelompok wanita tani se-Kapanewon Moyudan tersebut.
“Apresiasi kepada KPOTI Moyudan yang dengan dedikasinya akan menggelar lomba gobak sodor antar-KWT se-Kapanewon Moyudan. Apresiasi juga saya sampaikan kepada KWT se-Moyudan yang akan berpartisipasi,” ujarnya.
Menurut Arif, antusiasme peserta terlihat dari 33 KWT yang mendaftar dari 62 padukuhan di Moyudan. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana silaturahmi dan hiburan bagi peserta.
“Selain itu juga untuk memutus rutinitas wanita, bukan hanya di dapur, di sumur, dan di kasur. Ini kali pertama di Sleman yang menggelar lomba gobak sodor antar-KWT. Semoga ini menjadi percontohan dari kapanewon lain,” tuturnya.
Arif juga meminta panitia mempersiapkan kegiatan secara optimal untuk meminimalkan berbagai kendala saat pertandingan berlangsung.
Ketua KPOTI Moyudan, Hanung Dwi Nugroho turut mengapresiasi antusiasme peserta. Menurutnya, lomba tersebut memperebutkan Piala Bergilir Bupati Sleman dan uang pembinaan. Pembukaan lomba direncanakan dilakukan Bupati Sleman Harda Kiswaya.
“Harapan kami kegiatan ini memberi dampak positif. Selain sehat jasmani karena gobak sodor membutuhkan aktivitas fisik, kegiatan ini juga menjadi hiburan dan mempererat pertemuan antar-komunitas,” katanya.
Sementara itu, pemaparan teknis dan aturan permainan disampaikan Wijanarko Wahyu Wiwoho. Kegiatan dilanjutkan dengan pengundian nomor untuk menentukan lawan dan menyusun bagan pertandingan.
Para peserta mengikuti technical meeting dengan penuh keakraban dan semangat gotong royong serta menyepakati aturan yang telah disampaikan sebagai pedoman pertandingan. (Giek / KIM Moyudan)


