Sleman – Komunitas Optometris Sejati Indonesia (OPSI) Sleman menggelar bakti sosial pemeriksaan mata bagi 126 siswa kelas I hingga VI SD Negeri Ngijon I, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini gangguan penglihatan sekaligus meningkatkan kesadaran siswa untuk menjaga kesehatan mata sejak usia sekolah.
Pemeriksaan dipimpin Ketua OPSI Sleman, Edy Siswanto, bersama tenaga optometri. Pemeriksaan meliputi anamnesis, observasi kondisi mata, dan skrining visus untuk mengetahui kondisi penglihatan siswa serta mendeteksi kemungkinan gangguan penglihatan.
Edy mengatakan deteksi dini penting dilakukan karena gangguan penglihatan dapat memengaruhi proses belajar dan aktivitas sehari-hari. Temuan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.
Selain pemeriksaan, siswa juga mendapatkan edukasi mengenai cara menjaga kesehatan mata, kebersihan mata, serta tanda-tanda gangguan penglihatan yang perlu diperiksakan.
“Kami juga memberikan kacamata secara gratis bagi siswa yang berdasarkan hasil pemeriksaan membutuhkan alat bantu penglihatan. Pemberian tersebut diharapkan dapat membantu siswa memperoleh penglihatan yang lebih optimal sehingga mampu mengikuti kegiatan belajar dan beraktivitas dengan lebih nyaman,” ujar Edy.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan Yayasan OneSight EssilorLuxottica dalam memperluas akses layanan kesehatan mata dan penyediaan kacamata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Edy berharap kolaborasi dengan berbagai pihak dapat terus diperkuat sehingga pemeriksaan dan edukasi kesehatan mata dapat menjangkau lebih banyak anak.
Kepala SD Negeri Ngijon I, Daris Sucipto mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan mata oleh tenaga profesional membantu mendeteksi gangguan penglihatan yang terkadang tidak disadari siswa.
“Kemampuan penglihatan yang optimal menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran proses pembelajaran. Pemeriksaan seperti ini sangat membantu sekolah dalam mengetahui kondisi penglihatan siswa sejak dini,” ujarnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)


