Sleman — Organisasi Profesi Optometris Sejati Indonesia (OPSI) Kabupaten Sleman menggelar aksi bakti sosial pemeriksaan refraksi mata gratis bagi puluhan siswa di SD Negeri Ngijon I, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, pada Jumat (21/08/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini gangguan penglihatan yang berpotensi menghambat prestasi dan kenyamanan belajar anak di sekolah.
Pemeriksaan yang dipimpin langsung oleh Ketua OPSI Sleman, Edy Siswanto, beserta jajaran pengurus dan tim medis profesional optometri ini difokuskan untuk mengukur kemampuan mata siswa dalam memfokuskan objek secara optimal. Melalui pengujian ini, kelainan refraksi seperti miopia (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), maupun astigmatisme (silindris) pada anak dapat teridentifikasi secara akurat.
Edy Siswanto menjelaskan bahwa masalah kesehatan penglihatan pada anak usia sekolah kerap kali luput dari perhatian orang tua maupun guru, sebab anak-anak cenderung belum memahami atau belum bisa mengeluhkan secara tepat mengenai penurunan fungsi matanya.
“Pemeriksaan refraksi secara berkala menjadi penting karena kelainan seperti miopia, hipermetropia, maupun astigmatisme dapat memengaruhi kemampuan anak dalam menerima informasi visual selama kegiatan pembelajaran. Deteksi yang dilakukan lebih awal memungkinkan gangguan tersebut segera diketahui sehingga dapat memperoleh rekomendasi penanganan sesuai kondisi masing-masing siswa,” terang Edy Siswanto di sela-sela kegiatan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua OPSI Sleman, Wardiyanto, menuturkan pentingnya keterlibatan aktif pihak sekolah dan orang tua untuk lebih peka terhadap perilaku harian anak. Tanda-tanda awal seperti kebiasaan menyipitkan mata saat melihat papan tulis, mendekatkan buku secara berlebihan ketika membaca, atau sering mengeluh pusing perlu diwaspadai sebagai gejala gangguan mata.
“Melalui pemeriksaan sejak usia sekolah, gangguan penglihatan dapat diketahui lebih cepat sehingga tidak berkembang menjadi hambatan yang lebih besar terhadap aktivitas belajar maupun perkembangan anak. Kolaborasi antara OPSI, sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian terhadap kesehatan mata secara berkelanjutan,” tegas Wardiyanto.
Melalui bakti sosial dan edukasi kesehatan ini, OPSI Sleman berharap dapat mendorong kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya merawat kesehatan mata anak sejak dini. Penglihatan yang optimal diyakini menjadi modal dasar yang sangat krusial bagi tumbuh kembang, konsentrasi belajar, serta rasa percaya diri para siswa dalam menuntut ilmu. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)


