Tuwanggana DIY Perkuat Peran dalam Perencanaan Pembangunan Kalurahan

Sleman — Pirukunan Tuwanggana Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pelatihan Perencanaan Pembangunan Kalurahan/Kelurahan dengan tema “Peran dan Fungsi Tuwanggana dalam Reformasi Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan/Kelurahan”. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (26–27/8/2026), di Grand Malioboro Hotel, Yogyakarta.

Pelatihan ini menjadi upaya untuk memperkuat kapasitas Tuwanggana agar semakin aktif berperan dalam proses perencanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kalurahan maupun kelurahan.

Kegiatan ini diikuti perwakilan Pirukunan Tuwanggana dari lima kabupaten/kota di DIY, masing-masing sebanyak delapan peserta dari Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta.

Peserta dari Kabupaten Sleman berasal dari sejumlah kalurahan, yaitu Suharyanto dari Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan; Slamet Haryanto dari Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping; Suradiman dari Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah; FX. Suharmaji dari Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan; Sujono dari Kalurahan Umbulmartani, Kapanewon Ngemplak; Naryanto dari Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik; Y. Edy Setyoharjo dari Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati; serta Marjonet dari Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik.

Sekretaris Pirukunan Tuwanggana DIY, Ariyadi Bowoleksono dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas, kreativitas, dan inovasi Tuwanggana di seluruh DIY.

Menurutnya, pelatihan perencanaan pembangunan tersebut untuk pertama kalinya diselenggarakan sebagai ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi para pengurus Tuwanggana.

Ariyadi mendorong seluruh peserta untuk tidak hanya mengikuti materi, tetapi juga aktif berdiskusi, bertanya, berbagi pengalaman, serta memberikan masukan terhadap praktik perencanaan pembangunan yang selama ini dilakukan.

“Pengalaman Bapak/Ibu di lapangan merupakan kekayaan yang sangat penting untuk dibagikan dalam forum ini,” ujarnya.

Ia berharap peserta tidak hanya membawa pulang materi dan sertifikat, tetapi juga memperoleh cara berpikir, keterampilan, serta semangat baru yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing.

Selain pelatihan perencanaan pembangunan, Pirukunan Tuwanggana DIY pada tahun ini juga akan menggelar Lomba Inovasi Tuwanggana untuk memperebutkan Sumunar Awards.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Pirukunan Tuwanggana DIY berharap Tuwanggana semakin mampu mengambil peran dalam mendorong perencanaan pembangunan yang partisipatif, berbasis data, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat kalurahan dan kelurahan.

(Y. Edy Setyoharjo – KIM Pijar Mlati)

image_pdfimage_print
Bagikan: