Sleman — Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Kapanewon Gamping yang berlangsung di Demakijo’s Coffee & Eatery, Banyuraden, Gamping, Rabu (26/8/2026), membahas peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang diduga berkaitan dengan paparan polusi udara. Forum juga menekankan pentingnya kepatuhan penderita ISPA dalam menggunakan masker untuk mencegah penularan.
Kepala Puskesmas Gamping I, dr. Erika Zahra Fristy, menyampaikan bahwa paparan partikulat dan polutan dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
“Salah satu perhatian utama adalah kepatuhan penderita ISPA dalam menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah maupun saat berinteraksi dengan orang lain, termasuk saat berobat ke Puskesmas. Penggunaan masker menjadi langkah sederhana namun penting untuk membantu mengurangi penyebaran droplet pernapasan serta melindungi orang-orang di sekitar penderita,” ujarnya.
Selain menggunakan masker, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan hand sanitizer, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala gangguan pernapasan. Edukasi mengenai gejala ISPA juga dinilai penting agar masyarakat dapat melakukan penanganan sejak dini.
Panewu Gamping, Suyanto mengatakan peningkatan kewaspadaan terhadap gejala ISPA perlu diikuti dengan langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan warga yang sakit, tetapi juga mencegah penularan dan mengurangi paparan faktor risiko di lingkungan.
“Kepatuhan menggunakan masker bagi penderita ISPA menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial yang perlu terus didorong,” ujarnya.
Melalui koordinasi lintas sektor, Kapanewon Gamping berupaya memperkuat langkah antisipasi terhadap peningkatan kasus ISPA sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kualitas lingkungan.
(Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)


