Perkuat Pendampingan Keluarga, Kader Kesehatan Margorejo Dorong Layanan Terintegrasi

Sleman — Penguatan peran kader kesehatan menjadi pijakan utama dalam meningkatkan kualitas pendampingan kesehatan keluarga di tingkat tapak. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan koordinasi kader kesehatan Kalurahan Margorejo yang diselenggarakan di Ruang Rapat Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Jumat (28/08/2026).

Pertemuan rutin ini diselenggarakan sebagai wadah konsolidasi guna mempererat sinergi antara kader kesehatan, tenaga medis, Pemerintah Kalurahan Margorejo, dan unsur lintas sektor dalam melakukan pendampingan terpadu kepada masyarakat.

Perwakilan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kapanewon Tempel, Chris Sanjaya, mengutarakan bahwa pelaksanaan pendampingan di lapangan ditopang oleh delapan kelompok Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang menyasar kelompok rentan.

“Ada delapan kelompok pendamping TPK atau Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari bidan, PKK, dan kader kesehatan yang melakukan pendampingan,” terang Chris Sanjaya di sela-sela kegiatan.

Chris menambahkan, sasaran prioritas TPK meliputi ibu hamil, bayi, balita, hingga calon pengantin. Pendekatan ini ditujukan untuk mendeteksi potensi risiko kesehatan sejak dini serta memastikan setiap keluarga mendapatkan penanganan medis dan edukasi yang tepat.

Dalam kesempatan yang sama, Petugas PLKB Tempel lainnya, Edi Santoso, menyampaikan evaluasi data Puskesmas Tempel I periode Januari–Juni 2026. Tercatat angka stunting di Kalurahan Margorejo mencapai 3,87 persen atau sebanyak 20 balita, sementara cakupan imunisasi dasar lengkap berada di angka 48,98 persen. Selain itu, forum juga menyoroti sejumlah isu strategis hasil Musyawarah Masyarakat Desa, seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyakit tidak menular, kesehatan mental, hingga optimalisasi ASI eksklusif.

Sementara itu, Kamituwo Margorejo menekankan krusialnya pemutakhiran data perlindungan sosial agar intervensi program pemerintah tepat sasaran.

“Perlindungan sosial perlu dioptimalkan agar desil sesuai dengan keadaan riil warga,” tegas Kamituwo Margorejo.

Melalui integrasi pendampingan keluarga, pembaruan data desil kesejahteraan, dan penguatan koordinasi lintas sektor ini, Kalurahan Margorejo berkomitmen mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (SBD/KIM Tempel)

image_pdfimage_print
Bagikan: